Mon. Oct 26th, 2020

Presiden AS Donald Trump Akan ‘Serang’ China di Sidang Umum PBB

Porosberita.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kemungkinan akan menggunakan ajang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendesak China bertanggung jawab terkait masalah pandemi virus corona yang kini menjadi beban bagi seluruh dunia.

Melansir Associated Press, Selasa (22/9), Trump menyampaikan pesan tersebut dalam sebuah rekaman yang diputar di sidang Majelis Umum PBB. Namun, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut pesan yang dia maksud.

Pemerintahan Trump kerap kali mengecam China karena dianggap gagal mencegah terjadinya pandemi. Selain itu kecaman juga dituduhkan pada China yang dianggap hendak campur tangan pada pemilu AS yang akan akan datang, memata-matai AS, dan berbagai tuduhan lainnya.

Trump disebut-sebut tidak populer di PBB, dan pidatonya kali ini datang pada saat sejumlah negara anggota PBB bersikap menentang AS.

Pada Senin (21/9) kemarin, Trump menyatakan bahwa semua sanksi PBB terhadap Iran telah diberlakukan kembali. Namun, langkah itu ditolak oleh sebagian besar negara anggota PBB yang menganggap hal itu sebagai tindakan ilegal.

Pernyataan Trump muncul tak lama setelah dia menandatangani keputusan presiden yang menjelaskan bagaimana AS akan melakukan serangan balik dari sanksi yang ada terhadap Iran.

“Tindakan saya hari ini mengirimkan pesan yang jelas kepada rezim Iran dan mereka yang berada di komunitas internasional yang menolak untuk membela Iran,” kata Trump.

AS akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran karena tidak mematuhi kesepakatan nuklir (JCPOA) 2015, antara Iran dan sejumlah negara seperti Uni Eropa, Prancis, Rusia dan China.

Akan tetapi, pada 2018 Trump menyatakan secara sepihak bahwa AS keluar dari kesepakatan itu. Padahal sebelumnya, Iran telah setuju untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi dan pemberian bantuan.

Beberapa negara anggota PBB percaya AS memang memiliki kedudukan hukum untuk memulihkan sanksi karena Trump menarik diri dari perjanjian tersebut.

Gedung Putih belum meninjau pidato di PBB, tetapi Trump diharapkan akan menyinggung perjanjian normalisasi antara Israel dan Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Perjanjian bersejarah itu muncul saat hubungan antara Israel dan negara-negara Arab mencair, sebagai upaya melawan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Trump telah bermasalah dengan organisasi multilateral selama masa kepemimpinannya. Peristiwa paling anyar, ia memutuskan AS keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena menuduh lembaga itu sangat dekat dengan China, dan tidak tanggap dalam menangani wabah virus corona yang berubah menjadi pandemi.

(CNN Indonesia)