Thu. Nov 26th, 2020

Sri Mulyani Tak Yakin Pajak Tahun Ini Bisa Capai Target

Sri Mulyani

Porosberita.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tidak yakin penerimaan pajak tahun ini bisa tercapai. Sebab, para wajib pajak, baik institusi maupun perorangan masih tertekan kondisi ekonomi akibat pandemi covid-19.

Menurut Menkeu, pemerintah menargetkan penerimaan negara tahun ini sebesar Rp1.699 triliun. Angka itu sudah direvisi dari target awal yang mencapai Rp1.760 triliun.

Adapun perubahan postur APBN 2020 tertuang dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2020 terkait Perubahan Atas Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN 2020.

Untuk penerimaan dari sisi perpajakan ditargetkan rendah  hanya Rp1.404 triliun.  “Ini adalah penerimaan perpajakan yang redah karena memang mengalami kontraksi dan ini pun masih ada risiko tidak tercapai karena ternyata kondisi dari korporasi maupun masyarakat betul-betul tertekan,” kata Menkeu dalam Diskusi Virtual Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja Bidang Perpajakan, Kamis (19/11/2020).

Sementara, jumlah belanja negara ditargetkan sebesar Rp2.739 triliun. Inipun ada potensi defisit APBN mencapai Rp1.039 triliun atau 6,34 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kami perkirakan APBN defisit 6,34 persen, kenaikan luar biasa besar dalam rangka untuk menolong perekonomian, menangani covid-19 dan bantu masyarakat,” jelasnya.

Untuk diketahui, realisasi penerimaan negara hingga September 2020 sebesar Rp1.159 triliun. Angka itu turun 13,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, belanja negara tumbuh 15,5 persen menjadi Rp1.841 triliun. Dengan demikian, terjadi defisit sebesar Rp682,1 triliun hingga September 2020. (nto)

Leave a Reply