Fri. Feb 3rd, 2023

Pigai ‘Mengadu’ Kepada Jendral AS Setelah Unggahan Rasis Ambroncius

Natalius Pigai

Porosberita.com, Jakarta – Mantan Komsioner Hak Azasi Manusia (HAM) Natalius Pigai angkat bicara soal aksi rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan dalam akun facebooknya yang menyandingkan foto Pigai dengan gorilla. Melalyi akun twitternya, Pigai ‘mengadu’ ke Jendral Lloyd Austin, kandidat Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS).

Lloyd James Austin III merupakan panglima CENTCOM kulit hitam pertama. Dia adalah seorang purnawirawan jenderal bintang empat Amerika Serikat. Sebagai perwira angkatan darat, ia menjabat sebagai panglima United States Central Command (CENTCOM) ke-12. Pada 7 Desember 2020, Austin dilaporkan akan dinominasikan untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Biden.

Dikutip dari akun Twitter resminya @nataliuspigai2, Senin (25/1/2021), Pigai mengungkapkan perjuangannya melawan rasisme selama puluhan tahun.

“ I am proud of you, mr @LloydAustin black African American most powerful gentlement in the world. We have been on fire  againt Indonesian Colective (state) Racism to black African Melanesian (Papuan) more then 50 years. Torture, killing & slow motion genocide. We need attention,”

“Saya bangga pada Anda, mr @LloydAustin orang kulit hitam Afrika-Amerika terkuat di dunia.  Kami telah melawan rasisme Kolektif (negara) Indonesia terhadap orang kulit hitam Melanesia Afrika (Papua) lebih dari 50 tahun.  Penyiksaan, pembunuhan & genosida gerakan lambat.  Kami butuh perhatian,” tulis Pigai.

Seperti diketahui, Ambroncius Nababan yang merupakan kader Partai Hanura  menyindir Pigai yang dianggapnya menolak divaksin. “Edodoeee pace. Vaksin ko bukan Sinovac tapi ko punya sodara bilang vaksin rabies. Sa setuju pace,” tulis akun Ambroncius.

Dalam unggahan itu juga Ambroncius yang juga Ketua Relawan Pro Jokowi Amin (Projamin) menyandingkan foto Pigai dengan Gorila dengan memberi kata-kata berikut:

Foto Pigai: Drun yuk kita beli vaksin COVID19 dari luar negeri. pemerintah punya diragukan.

Gorila: kaka vaksin kita bukan sinovac/pfizer. Vaksin kita vaksin rabies.

Tak ayal, unggahan rasis itu menuai protes keras dari masyarakat termasuk masyarakat Papua. (wan)