Fri. Jul 1st, 2022

Polisi Sebut Jasad 6 Laskar FPI Ada di RS Polri Kramatjati, Jaktim

Keenam Laskar FPI tewas ditembak

Porosberita.com, Jakarta – Polri menyatakan  keenam jasad anggota Laskar Fron Pembela Islam (FPI) yang ditembak berada di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pihak keluarga korban dipersilahkan untuk mengurus jasadnya.

Adapun keenam orang yang tewas itu adalah, Faiz Ahmad Syukur (22), Andi Oktiawan (33), M.Reza (20), Muhammad Suci Khadavi Poetra (21), Lutfhil Hakim (24), dan Akhmad Sofiyan (26). Mereka semua diketahui merupakan anggota Laskar FPI DKI Jakarta.

“Polri tak pernah menghalangi atau mempersulit pihak keluarga untuk mengurus jenazah dari enam orang yang mencoba melawan petugas itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Argo pun mengatakan, aparat kepolisian tidak menyembunyikan ataupun menutup-nutupi keberadaan dan kondisi dari para jenazah tersebut. Saat ini, jasad enam orang itu ada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Jenazah ada di RS Polri. Tentunya polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah tersebut untuk mengidentifikasi identitas jasad tersebut,” kata Argo.

Argo mengaku di RS Polri memang dilakukan penjagaan ketat oleh personel gabungan TNI-Polri. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari adanya oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan kondisi saat ini.

“Tentunya sebagaimana SOP yang berlaku petugas melakukan pengamanan untuk mencegah oknum yang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian mengaku bahwa penyerangan pendukung Habib Rizieq terhadap aparat terjadi pada Senin (7/12/2020) pukul 00.30 WIB di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Saat itu, petugas sedang mengecek informasi mengenai ada pengerahan massa terkait pemanggilan Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya.

Untuk itu, mobil anggota Polda Metro Jaya tengah mengikuti kendaraan pengikut Habib Rizieq, tiba-tiba mobil anggota Polda Metro Jaya dipepet dan disetop dua kendaraan pendukung Rizieq.

Ketika itulah, pihak yang diduga pendukung Rizieq menodongkan senjata api dan senjata tajam berupa samurai dan celurit ke arah aparat kepolisian.

Petugas yang merasa keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas terukur. 6 orang pendukung Rizieq ditembak dan meninggal dunia, sementara 4 lainnya melarikan diri.

Dalam kasus ini petugas mengalami kerugian materil berupa rusaknya kendaraan yang ditabrak pelaku dan adanya bekas tembakan senpi pelaku di TKP.  (wan)