Sun. Oct 24th, 2021

Abu Janda Ingin Bertemu Pigai

Abu Janda

Porosberita.com, Jakarta – Pegiat media sosial, Permadi Arya alias Abu Janda kini ingin dialog dengan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Sebab, dia menilai Pigai lah yang berhak melaporkan kasusnya.

“Saya belum ada komunikasi, saya mungkin juga ingin,” kata Abu Janda di Gedung Bareskrim pada Kamis (4/2/2021).

Abu Janda diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim.  Ia diperiksa hampir 5 jam dengan 20 pertanyaan.

Abu Janda dilaporkan KNPI karena diduga menghina Pigai dengan pernyataannya yang mengandung rasis melalui akun Twitter bernama Permadi Arya @permadiaktivis1. Laporan tersebut tercatat dalam surat tanda terima laporan Nomor: STTL/30/I/2021/ Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Abu Janda menyebut Natalius Pigai dengan sebutan evolusi di akun Twitter miliknya. Isi cuitannya, yakni ‘Kau @NataliusPigai2, apa kapasitas kau? Sudah selesai evolusi belom kau?’

Atas cuitannya, Abu Janda dilaporkan dengan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaimana Pasal 45 Ayat (3) juncto Pasal 27 Ayat (3) dan/atau Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektroni, kebencian atas permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP.

Abu Janda menilai sebenarnya kasus yang dilaporkan oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu masalah pribadinya dengan Pigai. Lantaran itu pula ia menilai aneh karena harusnya Pigai yang melaporkannya.

“Ini urusan saya sama Bang Pigai, kok jadi orang lain yang laporin. Tapi itu gimana Bang Pigai berkenan (berkomunikasi),” tukasnya.

Menurutnya, kasus Pigai ini muncul saat kasus Ambroncius Nababan menjadi ramai. Tapi, saat  Ambroncius ditangkap, hiruk pikuk pun mereda.

“Makanya saya bingung, itu tweet saya 2 Januari 2021. Kok kalau memang mau dilaporin, kenapa enggak dilaporin 2 Januari? Dilaporin setelah ramai kasus Ambroncius Nababan,” katanya.

Lantaran itu pula, Abu Janda menduga laporan yang dibuat DPP KNPI ada motif politik yang ingin melestarikan panasnya kasus Ambroncius Nababan. “Jadi sudah mulai adem, tapi kayak mau dipanasin lagi dengan mempolitisir kasus saya ini,” ujarnya.

Soal cuitannya yang menmbulkan ujaran kebencian dihapus, Abu Janda beralasan banyak pengikut (followers) yang mengarah body shaming kepada Pigai.

“Aku enggak mau Bang Pigai jadi sasaran body shaming, itulah aku hapus. Makanya, mereka enggak pernah menemukan screenshoot. Itu cuma ada di berita-berita aja,” kilahnya. (wan)