Mon. Jan 24th, 2022

BI: Selama Sepekan Sebanyak Rp12,5 Triliun Dana Investor Hengkang

Porosberita.com, Jakarta – Sebanyak Rp12,5 triliun dana investor asing keluar dari pasar keuangan domestik sejak 29 November sampai 2 Desember 2021. Bank Indonesia (BI) menyatakan realisasi dana investor asing yang hengkang meningkat 10 kali lipat dibanding Rp1,29 triliun pada pekan sebelumnya.

“Terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp9,82 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp2,68 triliun,” ungkap Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Jumat (3/12/2021).

I menjelaskan, berdasarkan realisasi pekan ini, maka total modal asing yang keluar (capital outflow) dari Indonesia meningkat dari Rp18,59 triliun menjadi Rp31,76 triliun pada 1 Januari sampai 2 Desember 2021. Kendati begitu, tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia 5 tahun tetap stabil di kisaran 87,26 basis poin (bps).

Adapun tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun naik dari level 6,18 persen ke 6,37 persen pada pekan ini. Sebaliknya, yield surat utang AS, US Treasury bertenor 10 tahun justru turun dari level 1,63 persen ke 1,54 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.419 per dolar AS pada akhir perdagangan sore ini. Sedangkan kurs referensi JISDOR BI menempatkan rupiah di Rp14.408 per dolar AS.

Di sisi lain, bank sentral nasional turut mencatat potensi kenaikan harga alias inflasi kebutuhan pokok masyarakat sebesar 0,25 persen secara bulanan dan 1,55 persen secara tahunan. Potensi tersebut diperoleh dari hasil survei pemantauan harga pada pekan pertama Desember 2021.

“Penyumbang utama inflasi Desember 2021 sampai dengan minggu pertama, yaitu komoditas cabai rawit dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,04 persen,” katanya.

Selain itu, inflasi juga terjadi di harga cabai merah sekitar 0,02 persen, serta telur ayam ras, sawi hijau, kangkung, sabun detergen bubuk, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan komoditas yang menurun harganya alias deflasi, yakni bawang merah dan daging sapi masing-masing sebesar -0,01 persen. (nto)