Thu. Nov 14th, 2019

TNI dan Polri Beda Pendapat Soal Serangan Gerombolan Bersenjata di Papua

Porosberita.com, Jakarta – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dipimpin Egianus Kogoya mengklaim kontak senjata dengan Brigade Mobil (Brimob) Polri berawal dari serangan mereka pada malam hari.

Juru bicara TPNPB, Sebby Sembom melalui pernyataan tertulis menceritakan serangan itu dimulai pada Selasa (26/2/2019) malam di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua. Serangan itu disebut terus terjadi hingga keesokan paginya.

“Saat pasukan gabungan militer dan polisi Indonesia berada di samping gedung sekolah dasar (SD), serangan tiba-tiba dilakukan oleh prajurit TPNPB yang dipimpin langsung oleh Panglima KODAP III Ndugama, Bridgen Egianus Kogeya dan Pemne Kogeya selaku komandan Operasi KODAP III Ndugama, Papua,” tulis Sebby bertanggal Rabu (27/2) seperti dilansir dari CNN Indonesia.com.

Sebby juga mengklaim serangan yang dipimpin panglima perang Ndugama, Egianus Kogoya itu mengenai personel TNI-Polri. Meskipun pihaknya belum mengetahui berapa jumlah pasti yang mereka lukai dalam kontak senjata itu.

“Kami sudah serang mereka malam, perang sampai pagi. Pihak mereka atau militer dan polisi Indonesia ada yang kena tembak dan mengalami korban,” kata Sebby meneruskan pesan Egianus.

Sementara, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal membenarkan perihal kontak senjata tersebut. Dalam keterangan tertulis pada Kamis (28/2/2019) ini yang jga diktuip dari CNN Indonesia.com, Kamal menyebut baku tembak berawal ketika personel Brimob yang dipimpin AKP Rubby Nanda menyisir distrik Yigi-Yal-Mugi.

Ketika tim berada di tanjakan terjal di Distrik Yal, polisi menyebut tembakan dari kelompok Egianus melepas tiga kali tembakan ke personel mereka.

“Pada saat personil Brimob menaiki tanjakan terjal longsoran di Distrik Yal, Kelompok Kriminal Bersenjata menembak sebanyak tiga kali ke arah personel Brimob disertai dengan teriakan-teriakan khas masyarakat pegunungan sebagai pancingan dari kiri dan belakang,” tutur Kamal.

Setelah serangan itu, terjadi baku tembak antara personel Brimob dengan TPNPB. Aparat mengklaim pihaknya mengejar dan menggeledah sejumlah rumah yang mereka curigai menjadi tempat persembunyian TPNPB.

Kamal juga menambahkan bahwa setelah baku tembak itu terjadi pembakaran satu unit alat berat milik PT Istaka Karya oleh TPNPB.

TNI Sebut Serangan Itu Hoaks

Namun, pihak TNI justru membantah ihwal kontak senjata dengan TPNPB ini. Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menyebut kabar baku tembak antara aparat dengan pasukan Egianus tersebut sebagai hoaks belaka.

“Isu ini sengaja digulirkan oleh gerombolan separatis Nduga untuk menciptakan teror kepada masyarakat. Karena hasil identifikasi aparat keamanan bahwa gerombolan separatis pimpinan Egianus Kogoya di Nduga sudah terjepit dan kekurangan bamak,” tulis Aidi melalui keterangan tertulis kepada CNN Indonesia.com.

Aidi menuduh KKSB (Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata)–sebutan TNI bagi TPNPB- ini kerap memutarbalikkan fakta. Kendati demikian, ia membenarkan bahwa terjadi pembakaran alat berat di Nduga.

“Fakta yang sebenarnya adalah Bahwa sekitar pukul 14.40 WIT tanggal 26/02/2019 bertempat di Kampung Yal Distrik Yal Kab. Nduga, Papua, gerombolan separatis Pimpinan Egianus Kogoya telah pembakaran 1 (satu) unit Excavator milik PT Istaka Karya yang sudah tidak beroperasi lagi (rusak) yang dilakukan oleh kelompok KKSB,” tutur Aldi. (wan)