Sat. Sep 25th, 2021

Sinyal Dukungan Demokrat Kepada Jokma

AHY dan SBY

Porosberita.com, Jakarta – Pidato politik Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan sinyal dukungan Demokrat kepada paslon nomor urut 01, Jokowi – Ma’ruf Amin.

Hal itu dilontarkan Ma’ruf Amin menanggapi pidato politik yang disampaikan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (1/3/2019) malam.

Menurutnya, pidato AHY itu menjadi rekomendasi bagi dirinya dan Jokowi yang terpilih dalam Pilpres 2019. Meskipun Demokrat tidak secara tegas merujuk salah satu pasangan calon.

“Memang Demokrat secara kelembagaan mendukung sebelah (Prabowo-Sandi) tapi di daerah, gubernur, walikota, bupati, banyak mendukung sini (Jokowi-Ma’ruf). Jadi mungkin AHY itu membuat pernyataan seperti itu supaya semuanya menjadi enak,” ujar Ma’ruf di Jakarta, Sabtu (2/3/2019).

Lebih lanjut, Ma’ruf menjelaskan Demokrat saat ini memposisikan diri di tengah dalam Pilpres 2019. Sikap itu akan menambah dukungan kader Demokrat kepada Jokma.

“Karena itu kita terima kasih dia ada di tengah. Sehingga orang-orang yang kemudian mendukung kami tidak merasa ada ancaman. Jadi mereka aman, makin banyak orang Demokrat yang ikut ke 01,” terangnya.

Seperti diketahui. AHY mewakili ayahnya, Soesilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat berpidato dihadapan ratusan kadernya di Jakarta.

Dalam pidato yang bertajuk ‘Rekomendasi Partai Demokrat untuk Presiden Indonesia Mendatang’ tersebut, AHY mengungkapkan keprihatinan tentang kualitas demokrasi yang menurun.

Atas kondisi itu, Demokrat, menyampaikan keprihatinan sekaligus menyayangkan polarisasi yang tajam di masyarakat jelang Pilpres 2019.

Menurutnya ketika Demokrat mengisi pemerintahan, stabilitas politik terjaga baik. Dalam pemilu, kata AHY, tidak muncul ketegangan yang berlebihan antarkelompok pendukung, golongan, apalagi antar identitas (SARA).

Disisi lain, ia menyoroti perbedaan pandangan dan pilihan politik tidak dibawa ke level pribadi atau personal dan tidak sampai menjadi keprihatinan nasional.

Lebih lanjut, AH membacakan tiga rekomendasi yakni tantangan Indonesia 2019-2024, dalam perspektif dunia internasional dan nasional. Kedua, persoalan dan aspirasi rakyat, serta solusi dan kebijakan yang ditawarkan Demokrat. Ketiga, ajakan Demokrat menyikapi perkembangan situasi sosial politik dewasa ini. (sur)