Fri. Dec 6th, 2019

Presiden Serukan Masyarakat Lawan Radikalisme

Porosberita.com, Jakarta – Presiden Joko Jokowi menyerukan masyarakat untuk memerangi radikalisme dan terorisme. Pernyataan Jokowi itu menyusul peristiwa penusukan Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019)

“Kepada seluruh masyarakat saya mengajak bersama-sama untuk memerangi radikalisme dan terorisme di tanah air kita. Hanya dengan upaya bersama-sama, terorisme dan radikalisme bisa kita selesaikan dan berantas dari negara yang kita cintai,” ujar Jokowi usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Terkairt penyerangan itu, Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan dengan dukungan TNI untuk mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku.

Jokowi juga meminta aparat membongkar jaringan yang terkait dengan peristiwa tersebut.

Sebelumnya, Menkopolhukan Wiranto diserang dua orang tak dikenal mengguakan senjata tajam berupa gunting. Peristiwa itu terjadi saat Woranto berkinjung ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Akibat peristiwa itu, tiga orang mengalami luka saat berusaha menangkap pelaku. Korban luka adalah Kapolsek Menes Kompol Dariyanto mengalami luka tusuk di bagian punggung. Sementara seorang lainnya ajudan Wiranto bernama Fuad mengalami luka di bagian dada sebelah kiri atas dan seorang lainnya pegawai Universitas Mathlaul Anwar.

“Kejadian penusukan tersebut secara tiba-tiba langsung menyerang, menusuk kebagian perut Jenderal TNI ( Purn ) Wiranto (Menko Polhukam) dengan sajam berupa gunting secara membabi buta,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (10/10/2019).

Kabid Humas Polda Banten Edi Sumardi menjelaskan peristiwa terjadi sekitar pukul 11.55 WIB. Saat itu Wiranto dalam agenda kunjungan ke salah satu pondok pesantren. “Wiranto melakukan peletakan batu pertama,” kata Edi menegaskan.

Saat itu Wiranto bersama rombongan hendak meninggalkan Helly Pad Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja Kecamatan Menes, Pandeglang.

Kepolisian menduga pelaku penyerangan terhadap Wiranto terpapar jaringan ISIS. Pelaku menyerang dengan menggunakan senjata tajam.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Banten Komisaris Besar Edy Sumardi ada dua pelaku penyerangan terhadap Wiranto. Kedua pelaku itu diketahui bernama Fitri Andriana dan lahir di Brebes seperti tertera dalam identitas KTP.

Fitri beralamat di Desa Sitanggai, Brebes dan di Pandeglang tinggal di Kampung Sawah, Kecamatan Menes.

Sedangkan,eksekutor penusuk Wiranto bernama Syahril Amansyah alias Abu Rara dan lahir di Medan.

Ia tinggal di Jalan Syahrial VI No 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatra Utara. (wan)