Tue. Jul 27th, 2021

BPK : Kerugian Negara Dalam Kasus Asabri Sekitar Rp16 T

Porosberita.com, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menaksir jumlah kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata (Asabri) sekitar Rp 10 triliun hingga Rp16 triliun

“kami memang masih dalam proses pengumpulan data dan informasi yang diperkirakan potensi kerugian Rp10 sampai Rp16 triliun,” ujar Harry kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Untuk itu, lanjutnya, BPK akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menindaklanjuti dugaan korupsi di Asabri.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengusut kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Untuk itu, KPK berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuka hasil audit perusahaan plat merah tersebut. 

Ketua KPK Firli Bahuri Firli menyatakan pihaknya harus berhati-hati untuk mengusut kasus dugaan korupsi di Asabri. Karena itu, pihaknya terlebih dahulu ingin mendengar pemaparan dari BPK.

“Tentu kami harus komunikasi dengan BPK RI dulu ya. BPK RI yang mengetahui terkait dengan hasil audit,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Senin (13/1/2020 ).

“Jadi, kita harus dengar pemaparan dari pihak BPK RI, tapi prinsipnya KPK bekerja. Sekali lagi kita mau dengar dulu dari BPK RI,” imbuhnya.

Ditambahkan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengaku bahwa pihaknya sampai saat ini belum memiliki informasi terkait dugaan korupsi di Asabri. Meski begitu, pihaknya  meyakini akan membuka penyelidikan jika ditemukan bukti-bukti kuat terkait hal tersebut.

“Memang kami belum mempunyai info sampai saat ini. Tapi, karena pernyataan ini muncul dari sosok Menko Polhukam, tentu saja KPK akan mencoba mencari dan mengumpulkan data,” tandas Nawawi.

Diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan pihaknya sudah mendengar adanya dugaan korupsi di tubuh PT Asabri. Untuk itu, Ia meminta kasus tersebut diusut secara tuntas. Bahkan, kasus Asabri terbilang kasus besar yang tidak kalah dengan kasus Jiwasraya yang sudah mencuat ke publik.

“saya mendengar ada kasus Asabri di atas Rp10 triliun. Ini tidak kalah besarnya dengan kasus Jiwasraya,” kata  Mahfud di kantornya, Jakarta, Jumat (10/1/2020) lalu. (wan)