Wed. Jun 23rd, 2021

Kejagung Periksa Tiga Saksi Kasus Jiwasraya

Porosberita.com, Jakarta – Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa dua saksi dari pihak swasta terkait kasus korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero).

Keduanya adalah Fahyudi Djani Atmadja selaku Direktur PT Milenium Capital Management dan Chusni Achmadi selaku Kuasa Direksi PT Blessing Terang Jaya.

“Ini merupakan pemeriksaan tambahan atas pemeriksaan sebelumnya karena masih dianggap belum cukup atau terdapat ‎hal-hal yang perlu ditanyakan kembali berdasarkan petunjuk penuntut umum,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono melalui siaran pers, Kamis (9/4/2020).

Hingga saat ini Kejagung masih terus melakukan pemeriksaan dan penyitaan aset untuk melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang telah dikembalikan oleh penuntut umum karena belum lengkap.

Menurutnya, pemeriksaan para saksi untuk memenuhi petunjuk penuntut umum atas berkas perkara tiga tersangka HP, SMY dan HR. Selain itu, juga untuk pembuktian berkas perkara atas nama tersangka BT, HH dan HT yang masih dalam proses pemberkasan.

Selain memeriksa saksi-saksi, tim jaksa penyidik juga melakukan penyitaan. Dari 135 produk reksadana, penyidik sudah menyita sebanyak 134 produk dengan jumlah sebanyak 15.007.176.810 unit reksadana senilai Rp5,8 triliun.

Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Keenamnya diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Para tersangka dinilai bertanggung jawab atas kerugian negara Rp16,81 triliun dalam kasus korupsi di Jiwasraya. (wan)