Mon. Jun 21st, 2021

Menkominfo Targetkan Pusat Data Nasional Kelar Pada Tahun 2023

Johny G. Plate

Porosberita.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menargetkan Pusat Data Nasional akan rampung pada tahun 2023. Dengan begitu, kelak Indonesia punya satu data acuan dalam mengambil kebijakan publik.

“Kami rencanakan ini mudah-mudahan dengan dukungan Komisi I tentunya, tahun 2023 bisa kita hasilkan satu Pusat Data Nasional kita yang menggabungkan seluruh data. Sehingga, kita nanti hanya punya satu data acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan-kebijakan publik, yang saat ini menjadi kendala besar karena terlalu banyak data yang tersebar di pemerintah Kementerian dan Lembaga, baik secara hirarki pusat, daerah, provinsi, kabupaten dan kota,” kata Johnny dalam rapat kerja bersama Komisi I yang disiarkan langsung, Senin (22/6/2020).

Politikus Partai NasDem ini berharap, melalui sistem yang dibangun yang dinamai interoperabilitas tersebut,  maka konsolidasi data pemerintah bisa dilakukan, sehingga proses pengambilan keputusannya bisa lebih cepat dan lebih tepat

“Kami harapkan interoperabilitas data ini akan kita gunakan dan nanti dialihkan seluruhnya pada saat di mana pemerintah telah mempunyai data center sendiri yang independen, yang saat ini sudah ada dalam pipe line Kominfo,” katanya.

Menurutnya, usaha interoperabilitas sudah dilakukan dan sedang dilakukan oleh Kementerian Kominfo. Namun, dalam menjalankan interoperabilitas, soal data center menjadi kendala.

Dalam catatannya, ada 2.700 data center pemerintah hanya dan tiga persen di antaranya yang memenuhi standar global. Sementara, hanya sedikit yang memanfaatkan cloud computing.

“Selebihnya, merupakan standalone sistem yang digunakan sendiri-sendiri di kantornya masing-masing, sehingga begitu sulitnya melakukan interoperabilitas pada saat kita menyatukan seluruh datanya,” jelasnya.

Johnny melanjutkan, awalnya interoperabilitas seluruh data pemerintah dapat dilakukan dan selesai akhir tahun. Namun, mengingat terjadinya COVID-19, maka usaha interoperabilitas sudah diujicobakan dalam platform Bersatu Lawan COVID-19.

Dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19, Kementerian Kominfo telah melakukan berbagai usaha. Diantaranya, chatbot COVID-19 yang telah digunakan setidaknya 2,6 juta pengguna, sms blast portal COVID-19, serta tiga call center, yaitu 112, 117 dan 119. (rud)