Sun. May 9th, 2021

Mayoritas Inkumben Maju Sebagai Calon Tunggal Dalam Pilkada 2020

Porosberita.com, Jakarta – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ratna Dewi Pettalolo mengatakan karakteristik pasangan calon tunggal di Pilkada 2020 adalah inkumben. Hingga saat ini, Pilkada 2020 berpotensi diikuti oleh 28 pasangan calon tunggal.

Menurut Dewi, inkumben banyak menjadi calon tunggal lantaran mereka memiliki akses terhadap sumber daya, baik sumber daya uang atau kekuasaan sehingga bisa menggalang dukungan dari banyak partai politik.

“Sehingga menutup ruang-ruang dari pasangan calon lain untuk bisa mendapat akses yang sama. Inilah fakta yang kita temukan di dalam pelaksanaan pemilihan tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya,” kata Dewi dalam webinar “Oligarki Parpol dan Fenomena Calon Tunggal”, Rabu (9/9/2020).

Dewi mengatakan terjadi peningkatan jumlah calon tunggal dari Pilkada 2015, Pilkada 2017, Pilkada 2018, hingga tahun ini. Secara berturut-turut, jumlah pasangan calon tunggal di tiap pilkada tersebut ialah tiga pasangan calon, sembilan pasangan calon, 16 pasangan calon, hingga berpotensi menjadi 28 pasangan calon.

Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez menyampaikan hal senada. Arya mengatakan, dari 28 daerah yang berpotensi calon tunggal, 23 di antaranya diisi oleh calon inkumben, baik kepala daerah maupun wakil kepala daerah.

Dari 23 tersebut, lanjut Arya, sepuluh di antaranya diikuti sepuluh pasangan calon petahana yang kembali berpasangan. “Ada faktor petahana yang mendorong partai-partai mencalonkan, mungkin karena faktor elektabilitas yang kuat, finansial, dan lainnya,” kata Arya dalam forum yang sama.

Arya mengatakan mahalnya biaya politik juga turut menjadi faktor menguatnya calon tunggal di Pilkada 2020. Ia berujar, kondisi pandemi Covid-19 akan membuat biaya kampanye, saksi, sengketa, dan sebagainya menjadi lebih mahal.

Selain itu, Arya memprediksi pemodal politik juga akan sangat berhitung untuk berinvestasi membiayai kandidat. Sebab, situasi bisnis pun sedang serba tak pasti karena pelemahan ekonomi imbas pandemi Covid-19.

“Ini akan membuat kandidat yang berpeluang mendapatkan dukungan adalah petahana dan pengusaha karena dia punya modal politik dan ekonomi, mereka punya saving hari ini, mereka yang punya cash banyak,” kata Arya. (TEMPO)