Fri. Feb 3rd, 2023

Moeldoko Diminta Jujur Soal Isu Rebut Demokrat

Rachland Nashidik

Porosberita.com, Jakarta – Bantahan Moeldoko soal isu dirinya ingin merebut Partai Demokrat langsung direspon balik politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Dia meminta Moeldoko yang saat ini menjabat Kepala Staf Kepresidenen (KSP) tidak berbohong.

 “Jangan bohong,” tulis Rachland melalui akun Twitternya, @RachlanNashidik, (Senin 1/2/2021).

Rachland mengungkapkan bahwa pengakuan Moeldoko tentang pertemuan di kediamannya itu tidak benar. Sebab, pertemuan itu digelar di Hotel Aston Rasuna lantai 28, Rabu (27/1/ 2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Bahkan, kata Rachland, Moeldoko datang ke hotel tersebut dan bukannya didatangi para tamunya. “Anda datang ke situ, bukan mereka mendatangi Anda,” katanya.

Tak hanya itu, Rachland juga menilai ketidakjujuran Moeldoko bahwa aksi tersebut merupakan tanggungjawabnya sendiri. Sebab, ada restu dari Kepala BIN, Kapolri, Menhukham dan Menko Polhukam Moh Mahfud MD, bahkan “Pak Lurah”.

Karena itu, Rachldan meminta para pejabat dimaksud untuk jujur mengatakan apa adanya.

“Para pejabat negara itu perlu juga angkat bicara. Apa iya ini semua tanpa restu “Pak Lurah?”,” lanjut Rachland.

Respon lain juga datang dari Politikus Demokrat Andi Arief yang secara tegas menyebut Moeldoko-lah pejabat pemerintahan yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Partai Demokrat. “Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko,” kicaunya, lewat akun Twitter pribadinya, Senin (1/2/2021).

Sebelumnya, Moeldoko telah membantah tudingan tersebut. Bantahan itu disampaikan Moeldoko setelah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  (AHY) mengungkapkan adanya manuver dari sekelompok orang, diantaranya ‘orang’ Istana untuk mengambil partai secara inkonstitusional.

Moeldoko pun langsung bereaksi dengan membuat pernyataan melalui saluran daring pada Senin (1/2/2021).

Dalam video tersebut, Moledoko menuturkan adanya kunjungan sejumlah orang ke rumahnya, namun ia membantah jika tujuannya untuk mendongkel kursi pimpinan Partai Demokrat.

Ia mengaku kunjungan kader partai merupakan hal yang biasa. Terlebih, ia menyebut statusnya sebagai purnawirawan jenderal TNI yang merupakan mantan Panglima TNI.

“Secara bergelombang mereka datang, ya kita terima. Konteksnya apa saya juga gak ngerti. Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena saya suka pertanian,” kata Moeldoko.

Moeldoko juga membantah jika Presiden Jokowi mengetahui hal tersbut. Karena, dia meminta jangan ada yang kaitkan hal ini dengan Jokowi.

Diapun menyindir pimpinan Demokrat agar tak mudah terbawa perasaan. “Saran saya, jadi seorang pemimpin itu jadilah pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang ambing dan seterusnya,” pungkasnya. (wan)