Sat. Jul 13th, 2024

PAN Tolak Pembelian Alutsista Gunakan Dana Pinjaman Rp1.760 Triliun

Prabowo

Porosberita.com, Jakarta – Rencana pemerintah untuk membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) menggunakan dana pinjaman senilai US$124,9 miliar atau Rp1.760 triliun menuai protes. Bahkan, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI menolak rencana pemerintah tersebut.

“Kami dari Fraksi PAN menolak rencana Kemhan berutang sebesar Rp1.760 triliun untuk pembelian alutsista,” kata anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia kepada wartawan, Kamis (3/6/2021).

Untuk diketahui, rencana itu tercantum dalam dokumen Rancangan Peraturan Presiden tentang Pembelian Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam).

Menurutnya, rencana pembelian alutsista dengan anggaran sebesar Rp1.760 triliun itu tergesa-gesa dan belum matang. Karena itu, visi yang menjadi strategi lalu doktrin pertahanan perlu dibaca lebih dahulu sebelum membuat peta jalan yang sesuai dengan Nawacita.

“Dengan pembacaan ancaman yang tepat dan komprehensif, kita dapat mengetahui kebutuhan alutsista apa saja yang perlu dan mendesak kita beli maupun yang tidak. Pertimbangan ini semata-mata sebagai bentuk proporsionalitas anggaran dan penentuan skala prioritas yang lebih seimbang,” jelas Farah.

Lebih lanjut, Farah mengatakan di tengah pandemi Covid-19 saat ini harusnya upaya penanganan wabah harus menjadi prioritas utama pemerintah agar ekonomi Indonesia kembali pulih.

Sebab, upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat lebih penting dan mendesak untuk dilakukan tanpa mengurangi visi strategis penguatan pertahanan militer.

Selain itu, Farah juga menilai rencana pembelian alutsista dengan anggaran jumbo tersebut berisiko membuat hutang Indonesia bertambah besar. Pasalnya, menurutnya, utang Indonesia sudah mencapai Rp6.445,07 triliun pada periode Maret 2021.

Seperti diketahui, Kemhan berencana melakukan pinjaman jumbo senilai Rp 1.760 triliun sesuai yang tercantum dalam dokumen Rancangan Peraturan Presiden tentang Pembelian Alpalhankam.

Dokumen dengan anggaran pembelian alutsista dalam jenjang waktu 2020-2024 sebanyak US$124,9 miliar atau setara Rp1.760 triliun itu telah tersebar ke publik. Dalam dokumen itu dijelaskan, pemenuhan akan menggunakan sistem pinjaman ke luar negeri dengan rentang pembayaran hingga 2044.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tak menampiknya dan mengaku rencana pinjaman dana untuk memenuhi kebutuhan modernisasi alutsista itu masih digodok. Menurutnya, hal itu masih dalam tahap perencanaan. “Ini sedang digodok, sedang direncanakan,” kata Prabowo di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2021) lalu. (wan)

About Author