🔴 Breaking
Nasional

Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang di Padang

Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terkena dampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat, untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Fehardian Rahaja

Penulis

14 October 2026
11 kali dibaca
Gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang serta gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat menjadi lokasi penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial.(Dok. Kemensos)
Gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang serta gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat menjadi lokasi penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial.(Dok. Kemensos)

Kementerian Sosial melakukan penyaluran bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan mendasar bagi masyarakat yang terdampak oleh banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan ini disalurkan melalui gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang dan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.

Bantuan yang diberikan melalui BBPPKS Padang mencakup 80 paket makanan siap saji, 80 paket makanan anak, 120 lembar selimut, 40 lembar kasur, 40 paket family kit, dan 40 paket kidsware. Sementara itu, bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat terdiri dari 30 paket makanan anak, 250 bungkus nasi, 30 paket family kit, 16 paket kidsware, 30 lembar selimut, dan 30 lembar kasur.

Fokus pada Kebutuhan Dasar Korban

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa dalam fase awal penanganan bencana, pihaknya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban. “Di tengah situasi seperti ini, kita perlu lebih peka melihat kebutuhan warga. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas mungkin membutuhkan bantuan khusus. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak,” ujarnya pada Rabu (14/10/2026).

Rentetan Kejadian Banjir

Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10/2026) pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 12.52 WIB, air sungai meluap secara tiba-tiba di Kecamatan Kuranji, yang kemudian menyebar ke Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo pada siang hingga sore hari. Warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi, termasuk Lapau Munggu di Kelurahan Kuranji dan Musala Al Ridwan di Kampung Tangah, Kelurahan Gunung Sarik. Di Kecamatan Koto Tangah, pengungsian juga dilakukan di Masjid Al Hijrah dan Masjid Adam.

Berdasarkan laporan penanganan bencana per Rabu (14/10/2026) pukul 07.45 WIB, terdapat 743 jiwa yang terdampak banjir. Namun, sebagian besar warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah mereka setelah air surut. Dari segi kerusakan, tercatat 120 rumah terendam, satu rumah mengalami kerusakan berat, dan empat rumah rusak sedang. Banjir juga menyebabkan tanggul Sungai Lapau Munggu jebol serta akses jalan sepanjang sekitar 100 meter terputus di kawasan PDAM Guo, Kecamatan Kuranji. Infrastruktur PDAM dan tiang listrik di Kampung Guo juga turut terdampak. Tidak ada laporan mengenai korban meninggal dunia maupun luka-luka.

Penanganan terhadap para korban dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui asesmen, pendataan kebutuhan, evakuasi, serta distribusi bantuan. Dalam proses evakuasi, tim gabungan memprioritaskan kelompok rentan untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Hingga laporan terakhir, air telah surut, namun lumpur dan material sisa banjir masih menutupi kawasan terdampak. Pembersihan permukiman terus dilakukan, bersamaan dengan perbaikan tiang listrik dan pipa air bersih di Kampung Guo.

Upaya penanganan juga mencakup mobilisasi pompa air dan ekskavator untuk mempercepat proses pengeringan serta menyiapkan normalisasi Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Guo. Penanganan bencana ini melibatkan Direktorat PSKB, BBPPKS Padang, Dinas Sosial dan BPBD Provinsi Sumatera Barat, Dinas Sosial dan BPBD Kota Padang, TNI-Polri, Tagana Kota Padang, relawan, serta instansi terkait lainnya. “Terima kasih kepada Tagana, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh relawan yang sudah membantu warga sejak kejadian. Pekerjaan kita masih berlanjut. Mari terus bekerja bersama, mendengarkan kebutuhan warga, dan membantu mereka melewati masa sulit ini,” tambah Gus Ipul.

Artikel Terkait