🔴 Breaking
Cuaca Panas Akibat El Nino, Apakah Sunscreen Cukup Melindungi Kulit? FEBI UIN Saizu Berperan Sebagai Co-Host AICIF 2026 untuk Memperluas Jaringan Akademik Global Pemerintah Ajak Ratusan Pengusaha Kalimantan Berperan dalam Penanganan Kebakaran Hutan Sengketa Hukum Antara Qualcomm dan Arm Berakhir dengan Ganti Rugi Simbolis Asap Kebakaran Hutan Masuk ke Jakarta, BMKG Berikan Peringatan Tim PSTM Unwahas Menjadi Juara Pertama dalam LNT-RBM XV 2026 di Riau Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Penerbangan: Ribuan Penerbangan Terdampak Pengaruh Rutin Minum Teh dan Kopi Terhadap Kesehatan Ginjal Penguatan Kerja Sama Akademik antara TBI UIN Saizu dan UIN Gus Dur Melalui Kuliah Tamu Potensi Perubahan Klasifikasi Pasar Saham Indonesia oleh MSCI dan Implikasinya Cuaca Panas Akibat El Nino, Apakah Sunscreen Cukup Melindungi Kulit? FEBI UIN Saizu Berperan Sebagai Co-Host AICIF 2026 untuk Memperluas Jaringan Akademik Global Pemerintah Ajak Ratusan Pengusaha Kalimantan Berperan dalam Penanganan Kebakaran Hutan Sengketa Hukum Antara Qualcomm dan Arm Berakhir dengan Ganti Rugi Simbolis Asap Kebakaran Hutan Masuk ke Jakarta, BMKG Berikan Peringatan Tim PSTM Unwahas Menjadi Juara Pertama dalam LNT-RBM XV 2026 di Riau Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Penerbangan: Ribuan Penerbangan Terdampak Pengaruh Rutin Minum Teh dan Kopi Terhadap Kesehatan Ginjal Penguatan Kerja Sama Akademik antara TBI UIN Saizu dan UIN Gus Dur Melalui Kuliah Tamu Potensi Perubahan Klasifikasi Pasar Saham Indonesia oleh MSCI dan Implikasinya
Ekonomi

Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Penerbangan: Ribuan Penerbangan Terdampak

Kebakaran hutan yang terjadi sejak Agustus 2026 telah mengganggu lebih dari dua ribu penerbangan domestik, dengan lebih dari seribu penerbangan dibatalkan atau ditunda.

Arjuna Mahendra

Penulis

16 October 2026
10 kali dibaca
Sejumlah penerbangan terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Dok. Antara)
Sejumlah penerbangan terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Dok. Antara)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginformasikan bahwa sejak 11 Agustus 2026, sebanyak 2.021 penerbangan berjadwal domestik telah terpengaruh oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data tersebut diperoleh dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, hingga 13 Oktober 2026.

Dari total penerbangan yang terdampak, sebanyak 919 mengalami keterlambatan, sementara 1.067 penerbangan lainnya harus dibatalkan atau ditunda. Selain itu, terdapat 18 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain, 6 penerbangan yang kembali ke bandara asal, dan 11 penerbangan yang jadwalnya dimajukan.

Dampak pada Penerbangan Internasional

Penerbangan internasional juga merasakan dampak dari kebakaran hutan ini. Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi dibatalkan antara 12 hingga 23 September 2026 akibat kondisi asap yang menyelimuti Bandar Udara Supadio di Pontianak. Selama periode yang sama, 18 penerbangan domestik dibatalkan karena berbagai faktor, termasuk sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan pesawat yang diperlukan.

Keselamatan Penerbangan di Utama

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa asap dapat mengurangi jarak pandang di sekitar bandara, yang berpotensi menyebabkan keterlambatan, penundaan, atau pembatalan penerbangan. "Setiap keputusan operasional penerbangan diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan," ungkapnya di Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menangani karhutla, operasi water bombing terus dilakukan. Dari 20 April hingga 12 Oktober 2026, telah dilaksanakan 5.035 penerbangan water bombing dengan melibatkan 38 pesawat dari 11 operator di berbagai daerah yang rawan kebakaran hutan.

Kementerian Perhubungan juga mencatat bahwa setidaknya 16 bandara di Papua saat ini terdampak oleh kabut asap yang pekat. Rincian mengenai bandara-bandara tersebut tersebar di empat provinsi di Papua.

Berita terkini dan terpercaya dapat diakses untuk informasi lebih lanjut mengenai situasi ini.

Artikel Terkait