🔴 Breaking
CBA Soroti Dugaan Kejanggalan Konsesi Tol Cawang–Pluit, Dari Perpanjangan hingga Biaya Proyek KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri Elon Musk Mengakui Ketidaktahuannya dalam Pembuatan Chip, Namun Bertekad Mendirikan Pabrik Sendiri Paus Leo XIV Harus Jalani Operasi Pengangkatan Nodul Paru Siswa SDII Al Abidin Surakarta Berhasil Masuk Nasional OMI 2026 di Matematika BNI Segera Tindak Lanjuti Bantuan untuk Korban Banjir di Padang Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Mencapai Rp155 Ribu per Kg Pertamina Tingkatkan Kesiapan UMKM untuk Pasar Global Melalui Pelatihan Ekspor Pemerintah Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Sebesar Rp 20 Triliun Secara Bertahap Dua Pria Terbakar Setelah Gagal Melarikan Diri Usai Mencuri Motor di Koja CBA Soroti Dugaan Kejanggalan Konsesi Tol Cawang–Pluit, Dari Perpanjangan hingga Biaya Proyek KBMI–KBPBI Tidak Rencanakan Aksi Oktober, Daeng Wahidin Ungkap Agenda Pertemuan dengan Kapolri Elon Musk Mengakui Ketidaktahuannya dalam Pembuatan Chip, Namun Bertekad Mendirikan Pabrik Sendiri Paus Leo XIV Harus Jalani Operasi Pengangkatan Nodul Paru Siswa SDII Al Abidin Surakarta Berhasil Masuk Nasional OMI 2026 di Matematika BNI Segera Tindak Lanjuti Bantuan untuk Korban Banjir di Padang Kenaikan Harga Pangan Nasional: Cabai Merah Keriting Mencapai Rp155 Ribu per Kg Pertamina Tingkatkan Kesiapan UMKM untuk Pasar Global Melalui Pelatihan Ekspor Pemerintah Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Sebesar Rp 20 Triliun Secara Bertahap Dua Pria Terbakar Setelah Gagal Melarikan Diri Usai Mencuri Motor di Koja
Teknologi

Elon Musk Mengakui Ketidaktahuannya dalam Pembuatan Chip, Namun Bertekad Mendirikan Pabrik Sendiri

Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, mengakui bahwa ia belum memahami cara pembuatan chip semikonduktor, meski berambisi untuk mendirikan pabrik chip melalui proyek Terafab.

Fayra Nugroho

Penulis

13 October 2026
7 kali dibaca
Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)
Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengungkapkan bahwa ia belum mengetahui cara untuk memproduksi chip semikonduktor. Pernyataan ini menjadi sorotan karena Musk berencana untuk membangun fasilitas produksi chip sendiri melalui proyek yang dinamakan Terafab. Hal ini disampaikan Musk dalam sebuah diskusi dengan komunitas pemilik mobil Tesla, Tesla Owners Silicon Valley, baru-baru ini.

Dalam perbincangan tersebut, Musk secara terbuka menyatakan bahwa masih banyak yang perlu dipelajarinya mengenai proses pembuatan chip. "Saya masih harus belajar banyak sekali tentang pembuatan chip," ungkap Musk. "Saya tidak tahu cara membuat chip, supaya jelas," tambahnya.

Optimisme Terhadap Proyek Terafab

Meskipun mengakui keterbatasan pengetahuannya, Musk tetap optimis bahwa ia dan tim Terafab akan menemukan cara untuk memproduksi chip sendiri. Pengakuan ini muncul di tengah upaya Musk untuk mengembangkan Terafab, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan chip untuk berbagai bisnis yang ia jalankan. Menurut laporan dari Wccftech, Musk juga menjadi perhatian publik setelah sebelumnya memperkirakan bahwa China dapat mengatasi berbagai tantangan teknologi dalam produksi chip dalam waktu dua hingga tiga tahun.

Walaupun belum menguasai proses produksi semikonduktor, Musk sudah memiliki gambaran tentang bagaimana Terafab akan beroperasi. Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah penggunaan peralatan produksi yang mirip dengan yang digunakan di pabrik-pabrik semikonduktor besar seperti TSMC, Samsung, dan Intel. Musk berpendapat bahwa kesamaan peralatan ini memberikan peluang untuk mengembangkan proses produksi yang lebih efisien. Ia berencana untuk memulai produksi menggunakan mesin-mesin yang umum dipakai di industri semikonduktor, dan kemudian secara bertahap memodifikasi peralatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi chip.

Apabila ada hambatan dalam proses produksi, tim Terafab akan mengembangkan peralatan khusus untuk mengatasinya. "Saya pikir kami akan memulai dengan peralatan konvensional, lalu memodifikasinya untuk meningkatkan kapasitas produksi," jelas Musk. Pendekatan ini berbeda dengan cara Musk dalam mengembangkan kendaraan listrik Tesla dan roket SpaceX, yang lebih banyak mengandalkan desain dan proses produksi yang unik. Meskipun demikian, Musk mengakui bahwa pengembangan fasilitas produksi chip ini mungkin akan memakan waktu beberapa tahun.

Ambisi dan Kerja Sama dalam Proyek Terafab

Salah satu target utama Musk adalah membangun fasilitas yang dapat melaksanakan seluruh tahapan produksi semikonduktor dalam satu lokasi, mulai dari pembuatan masker litografi, fabrikasi chip, hingga pengemasan. Proyek Terafab ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan komputasi perusahaan-perusahaan yang dimiliki Musk, yang mencakup pengembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan infrastruktur pusat data yang memerlukan pasokan chip dalam jumlah besar.

Musk sebelumnya mengungkapkan bahwa kapasitas produksi chip global saat ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang ia rencanakan. Oleh karena itu, ia berkeinginan untuk membangun fasilitas produksinya sendiri, alih-alih hanya bergantung pada pasokan dari produsen semikonduktor yang sudah ada. Dalam perkembangan proyek ini, Musk juga membahas kemungkinan kerja sama dengan TSMC, perusahaan manufaktur chip asal Taiwan. Ia mengonfirmasi adanya pembicaraan dengan TSMC, namun menekankan bahwa perusahaan tersebut tidak akan menjadi pemilik atau pengelola Terafab. Salah satu kemungkinan kerja sama adalah TSMC menyewa sebagian dari fasilitas Terafab, sementara Tesla akan tetap menjadi pelanggan TSMC meskipun Musk berusaha mengembangkan kemampuan produksi chip sendiri.

Pengakuan Musk tentang ketidaktahuannya dalam pembuatan chip muncul setelah ia memberikan pandangannya mengenai perkembangan industri semikonduktor di China. Dalam wawancara dengan media China, CGTN, pada akhir September 2026, Musk memperkirakan bahwa China dapat mengatasi keterbatasan teknologi litografi dan manufaktur chip dalam waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Litografi merupakan salah satu tahap penting dalam pembuatan semikonduktor, yaitu proses membentuk pola sirkuit pada wafer silikon. Teknologi ini menjadi tantangan bagi industri chip di China, terutama dalam pengembangan semikonduktor berteknologi tinggi.

Meskipun optimis terhadap perkembangan industri semikonduktor di China, Musk kini mengakui bahwa ia sendiri masih perlu mempelajari banyak hal mengenai proses produksi chip. Namun, pengakuan ini tidak menghalangi rencananya untuk membangun Terafab. Musk tetap yakin bahwa berbagai tantangan dalam manufaktur semikonduktor dapat diatasi melalui pengembangan teknologi dan penyempurnaan proses produksi secara bertahap.

Artikel Terkait