KOMPAS.com - Jensen Huang, yang menjabat sebagai CEO Nvidia, kini menduduki posisi sebagai orang terkaya ketujuh di dunia menurut Forbes. Dengan total kekayaan yang mencapai 182,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.311 triliun), Huang tetap dikenal dengan gaya berpakaian yang konsisten. Di berbagai kesempatan publik, ia sering terlihat mengenakan jaket kulit hitam yang sama.
Pilihan Pakaian yang Praktis
Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Huang mengungkapkan bahwa pilihannya untuk mengenakan pakaian berwarna hitam bukan hanya sekadar masalah gaya. Ia menjelaskan bahwa dengan memilih pakaian yang sama, ia dapat menghemat waktu dalam menentukan apa yang akan dikenakan. "Hitam berarti tidak perlu memilih," jelas Huang. Dengan cara ini, ia mengurangi satu keputusan dari rutinitas sehari-harinya, sehingga waktu dan perhatian yang biasanya digunakan untuk memilih pakaian bisa dialihkan untuk hal lain.
Koleksi Jaket yang Banyak
Meskipun terlihat mengenakan jaket hitam yang sama, Huang ternyata memiliki koleksi yang cukup banyak, diperkirakan sekitar 30 hingga 40 jaket. Ia juga menyebutkan bahwa sebagian dari jaket tersebut merupakan hadiah dari istrinya, Lori Huang. Dalam wawancara dengan The New York Times tahun lalu, Huang menyatakan bahwa ia telah mempertahankan gaya berpakaian ini selama hampir dua dekade, yang juga dipengaruhi oleh keluarganya. Jaket kulit hitam yang ia kenakan berasal dari merek fesyen mewah Tom Ford. Saat menyampaikan keynote di Nvidia GTC 2025, ia mengenakan jaket kulit hitam bergaya biker, dan pada GTC 2024, ia terlihat dengan jaket Tom Ford bermotif kulit kadal. Harga jaket tersebut dilaporkan mencapai sekitar 10.000 dollar AS, yang jika dikonversi ke rupiah setara dengan Rp 178 juta.
Jakett bermotif kulit kadal yang dikenakan Huang pada GTC 2025 diperkirakan bernilai hampir 9.000 dollar AS atau sekitar Rp 160,2 juta. Kebiasaan Huang untuk mengenakan pakaian yang sama kontras dengan kekayaannya yang terus meningkat. Forbes mencatat bahwa kekayaan Huang kini mencapai 187,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.336 triliun), yang didorong oleh lonjakan nilai saham Nvidia dan pertumbuhan industri kecerdasan buatan (AI). Nvidia berperan penting dalam perkembangan industri AI karena chip yang mereka produksi digunakan untuk berbagai sistem AI yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi lainnya.