Pemerintah negara bagian California, Amerika Serikat, berencana untuk menerapkan pajak satu kali sebesar 5 persen terhadap aset individu yang memiliki nilai lebih dari 1 miliar dolar AS. Kebijakan ini ditujukan kepada para miliarder dan pengusaha yang tinggal di California. Namun, beberapa miliarder di sektor teknologi menunjukkan ketidaksetujuan terhadap rencana ini dan memilih untuk memindahkan domisili mereka ke wilayah yang lebih ramah pajak. Berbeda dengan mereka, Jensen Huang, CEO Nvidia, mengungkapkan pandangannya yang positif mengenai pajak.
Huang mengaku tidak merasa keberatan untuk membayar pajak dalam jumlah besar, bahkan jika totalnya mencapai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 144 triliun dalam lima tahun. Ia menyatakan, "Kenyataan bahwa saya mampu membayar pajak sebesar 8 miliar dolar AS selama lima tahun adalah sebuah keistimewaan." Menurutnya, membayar pajak adalah sebuah hak istimewa yang tidak perlu ditakuti. Ia juga menekankan, "Saya tidak takut membayar pajak. Saya hanya takut menjadi miskin," merujuk pada kekayaannya yang mencapai 187 miliar dolar AS menurut Forbes.
Pandangan Huang tentang Kesuksesan dan Pajak
Pernyataan Huang tersebut disampaikan dalam wawancara dengan program CBS Sunday Morning, di tengah perdebatan mengenai kenaikan pajak bagi miliarder di California. Ia percaya bahwa semakin besar penghasilan seseorang, semakin besar pula pajak yang harus mereka bayar. "Saya tidak masalah dengan itu," tambahnya. Huang menganggap dirinya sebagai contoh dari American Dream, yang menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kesempatan dan kerja keras di Amerika Serikat. Ia menyadari bahwa pencapaiannya tidak akan mungkin terjadi tanpa berbagai kesempatan yang diberikan oleh negara tersebut.
Huang merasa penting untuk memberikan kontribusi kembali kepada sistem yang telah membantunya meraih kesuksesan. Kebijakan pajak yang diusulkan, yang dikenal sebagai Proposition 40, bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara guna mendanai layanan kesehatan dan pendidikan. Namun, kebijakan ini mendapat penolakan dari beberapa miliarder teknologi, termasuk Sergey Brin dan Eric Schmidt, yang telah mengumpulkan dana besar untuk menolak pajak tersebut.
Menanggapi Penolakan dan Menyemangati Tinggal di California
Di tengah penolakan tersebut, Huang mengungkapkan bahwa ia tidak pernah memikirkan kemungkinan untuk membayar pajak lebih tinggi. "Saya bahkan belum pernah memikirkannya sekali pun," ujarnya. Dalam sebuah acara di Stanford Graduate School of Business, Huang malah mengajak orang lain untuk tetap tinggal di California, meskipun pajaknya tinggi. "Pindahlah ke California, jangan pergi. Pajaknya paling tinggi di dunia, tetapi tidak apa-apa," ujarnya.
Ia percaya bahwa California menawarkan lebih dari sekadar tempat tinggal, melainkan juga sebagai pusat inovasi teknologi. Dengan kantor Nvidia yang terletak di Santa Clara, Huang menyadari bahwa keberadaan talenta dan ekosistem inovasi di Silicon Valley sangat penting bagi perusahaan. Ia siap menerima konsekuensi dari keputusan tersebut, termasuk kewajiban membayar pajak.
Meski mendukung pembayaran pajak, Huang tidak setuju jika semua hal dikenakan pajak. Ia mengungkapkan skeptisisme terhadap ide pengenaan pajak atas penggunaan robot dan AI, yang sebelumnya didukung oleh Bill Gates. Huang memiliki pandangan bahwa pajak adalah cara bagi individu dan perusahaan yang produktif untuk berkontribusi kepada masyarakat. "Saya mendukung pajak," katanya, menekankan bahwa ada banyak cara untuk menangani isu tersebut.