Di Perancis, dua gerai Apple Store di kota Lille dan Bordeaux menjadi sasaran penjarahan pada Sabtu (17/10/2026) waktu setempat. Insiden ini terjadi bersamaan dengan aksi demonstrasi yang menuntut penurunan biaya hidup yang meningkat di berbagai wilayah di negara tersebut. Laporan dari kantor berita AFP dan beberapa media lokal menyebutkan bahwa suasana penjarahan di Apple Store Bordeaux dibagikan oleh beberapa pengguna di X (sebelumnya Twitter), termasuk salah satunya adalah @gautierbonhour. Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok orang berlarian memasuki toko.
Namun, video tersebut tidak memberikan kejelasan mengenai barang-barang yang diambil atau jumlah perangkat yang dicuri. Hingga saat ini, tidak ada informasi resmi mengenai total perangkat yang hilang atau kerugian yang ditimbulkan akibat penjarahan tersebut. Yang pasti, kerusakan yang terjadi membuat kedua gerai tersebut tidak dapat melayani pelanggan untuk transaksi maupun layanan purna jual. Selain Lille dan Bordeaux, terdapat juga laporan di media sosial mengenai penjarahan di Apple Store yang terletak di kawasan Opera, Paris, meskipun informasi ini belum dapat dikonfirmasi.
Penutupan Gerai dan Dampak Operasional
Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait penjarahan yang menimpa kedua gerainya. Berdasarkan data yang ada, Perancis memiliki sekitar 20 gerai Apple Store yang tersebar di seluruh negeri. Penjarahan ini berdampak langsung pada operasional gerai. Menurut media teknologi Perancis, Consomac, gerai Apple di Lille akan tutup hingga Rabu (21/10/2026). Sementara itu, Apple Store di Bordeaux memerlukan waktu untuk membersihkan dan menata ulang toko sebelum dibuka kembali pada Senin (19/10/2026) pukul 14.00 waktu setempat.
Consomac juga mencatat bahwa lokasi gerai Apple yang menjadi sasaran penjarahan umumnya terletak di jalan perbelanjaan terbuka di pusat kota. Sementara itu, Apple Store yang berada di dalam pusat perbelanjaan memiliki perlindungan tambahan karena akses gedung dapat ditutup saat situasi darurat terjadi. Apple dilaporkan tengah merencanakan pembukaan gerai ketiga di Lyon, yang juga terkena dampak kerusuhan pada 17 Oktober 2026. Namun, belum ada informasi apakah insiden terbaru ini akan mempengaruhi rencana ekspansi Apple.
Demonstrasi Berujung Kerusuhan
Demonstrasi yang berlangsung di berbagai lokasi di Perancis pada Sabtu (17/10/2026) awalnya ditujukan untuk memprotes kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, ketidakadilan sosial, serta buruknya layanan publik, termasuk pendidikan. Namun, aksi tersebut berubah menjadi bentrokan antara demonstran dan polisi. Kelompok-kelompok bertopeng dilaporkan merusak etalase toko, membakar kendaraan, menjarah pusat perbelanjaan, dan menyerang sejumlah bangunan publik di beberapa kota.
Menurut laporan AFP, Perdana Menteri Perancis, Sebastien Lecornu, menyatakan bahwa sekitar 1.200 orang telah ditangkap hingga malam hari. Sekitar 150 anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka akibat kerusuhan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Perancis memperkirakan sekitar 550.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di seluruh negeri, sementara serikat pekerja CGT memperkirakan jumlah peserta mencapai 800.000 orang.
Presiden Perancis, Emmanuel Macron, mengecam aksi perusakan dan penjarahan selama demonstrasi. Ia menegaskan bahwa mereka yang menyerang bisnis, merusak fasilitas publik, dan menjarah toko akan menghadapi proses hukum. Perdana Menteri Sebastien Lecornu juga mengutuk kekerasan yang terjadi, menilai bahwa penjarahan dan perusakan telah mengalihkan perhatian dari tuntutan masyarakat yang disampaikan melalui demonstrasi damai.