Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menjalankan proses konsolidasi kementerian yang berada di bawah koordinasinya. Meskipun demikian, terdapat tiga kementerian yang kemungkinan besar akan bergabung dalam koordinasi tersebut.
Beberapa kementerian yang berhubungan dengan sektor energi dan hilirisasi diperkirakan akan masuk ke dalam naungan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. Namun, Bahlil menegaskan bahwa proses konsolidasi ini belum sepenuhnya rampung. "Saya katakan sejak dari pelantikan bahwa kami lagi melakukan konsolidasi. Kementerian apa saja di bawah kami belum 100% selesai," ujarnya di Hotel Raffles, Jakarta, pada Rabu (7/1/2026).
Kementerian yang Masuk dalam Koordinasi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga dipimpin oleh Bahlil akan otomatis berada di bawah koordinasi jabatan barunya. Selain itu, Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga akan berhubungan erat dengan kementerian ini. "Saya sedikit memberikan bocoran bahwa kemungkinan besar yang sudah pasti itu adalah ESDM ya, sama Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Itu sudah pasti," jelasnya.
Lebih lanjut, Kementerian Perindustrian juga disebut-sebut akan menjadi bagian dari ruang lingkup koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. "Yang mungkin ada satu dua kementerian lagi yang terkait dengan hilirisasi. Kalau kita bicara hilirisasi kan kita bicara industrialisasi. Karena instrumen daripada hilirisasi untuk mencapai nilai tambah ya industri. Mungkin juga, mungkin ya, mungkin Kementerian Perindustrian," tambahnya.
Pengalihan Koordinasi Kementerian Teknis
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa akan ada pengalihan koordinasi untuk sebagian kementerian teknis. Hal ini menyusul pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia. Airlangga menjelaskan bahwa akan ada tim teknis serta struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) baru setelah pembentukan kementerian tersebut. "Nanti ada tim teknis SOTK-nya apa," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026).
Ketika ditanya mengenai kementerian teknis mana saja yang akan berpindah koordinasi, Airlangga belum memberikan rincian. Ia menyebutkan bahwa pembahasan masih dilakukan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Rini Widyantini. "Masih dalam pembahasan di MenPAN, Kementerian PAN (PAN RB)," ujarnya.
Setelah resmi dilantik, Bahlil Lahadalia berencana untuk mendiskusikan fokus tugasnya dalam Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, termasuk kementerian teknis yang berada di bawah koordinasinya. Ia menyatakan akan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas hal tersebut. "Saya habis ini baru mau lapor sama Bapak Presiden," ungkap Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).
Setelah pelantikan, Bahlil tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Saat ditanya mengenai kementerian atau lembaga yang akan menjadi bagian dari koordinasinya, Bahlil menunggu mandat dari Prabowo. Lingkup koordinasinya akan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres). "Nanti kita lihat Perpres-nya ya. Nanti kita lihat Perpres-nya ya," tandasnya.