🔴 Breaking
Xbox Luncurkan Divisi Hiburan XP, Siapkan Beragam Proyek dari Film hingga Taman Hiburan Amerika Serikat Anjurkan Warganya Hindari Perjalanan ke Rusia Terkait Dugaan Kasus Pes Dosen UIN Saizu Muh. Hanif Meraih Dua Penghargaan Internasional di KAICIE 2026 --- Kenaikan Harga Emas di Pegadaian 10 Oktober 2026: Galeri24, Antam, dan UBS --- BRI Luncurkan Tiga Produk Reksa Dana Baru dengan Investasi Awal Terjangkau Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat, Pemerintah Cegah Perang Harga Ekstrem Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Menhub Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Transportasi Konsekuensi Hasil Putusan MK: Gibran Terdiskualifikasi Secara Hukum Ketergantungan Daerah pada Transfer Pusat Terungkap, 491 Daerah Tak Mampu Biayai Gaji Pegawai dari PAD Pentingnya Peran Operator Sekolah Rakyat dalam Keakuratan Data Pendidikan Xbox Luncurkan Divisi Hiburan XP, Siapkan Beragam Proyek dari Film hingga Taman Hiburan Amerika Serikat Anjurkan Warganya Hindari Perjalanan ke Rusia Terkait Dugaan Kasus Pes Dosen UIN Saizu Muh. Hanif Meraih Dua Penghargaan Internasional di KAICIE 2026 --- Kenaikan Harga Emas di Pegadaian 10 Oktober 2026: Galeri24, Antam, dan UBS --- BRI Luncurkan Tiga Produk Reksa Dana Baru dengan Investasi Awal Terjangkau Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat, Pemerintah Cegah Perang Harga Ekstrem Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Menhub Tekankan Pentingnya Kesiapsiagaan Transportasi Konsekuensi Hasil Putusan MK: Gibran Terdiskualifikasi Secara Hukum Ketergantungan Daerah pada Transfer Pusat Terungkap, 491 Daerah Tak Mampu Biayai Gaji Pegawai dari PAD Pentingnya Peran Operator Sekolah Rakyat dalam Keakuratan Data Pendidikan
Nasional

Ketergantungan Daerah pada Transfer Pusat Terungkap, 491 Daerah Tak Mampu Biayai Gaji Pegawai dari PAD

Sebanyak 491 dari 546 pemerintah daerah di Indonesia tidak mampu menutupi belanja pegawai dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Agustus 2026, menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap dana...

Fehardian Rahaja

Penulis

10 October 2026
4 kali dibaca
Ilustrasi pendapatan asli daerah. [ANTARA/HO]
Ilustrasi pendapatan asli daerah. [ANTARA/HO]

Kementerian Keuangan mengungkapkan bahwa dari total 546 kabupaten dan kota, sebanyak 491 daerah mengalami belanja pegawai yang melebihi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga bulan Agustus 2026. Hal ini diungkapkan oleh Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Sabtu (10/10/2026), di mana ia menyatakan bahwa situasi ini terjadi bersamaan dengan penurunan alokasi transfer dari pemerintah pusat.

Keterbatasan Keuangan Daerah

Data yang dirilis menunjukkan bahwa 89,93 persen dari total pemerintah daerah kabupaten/kota mengalami kesulitan dalam membiayai gaji pegawai hanya dengan pendapatan yang mereka peroleh sendiri. Herry Gunawan menekankan bahwa kondisi ini perlu dipahami dalam konteks pengurangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD), sementara kebutuhan belanja pemerintah daerah tetap harus dipenuhi. "Kebutuhan belanja daerah tidak ikut mengecil ketika transfer dari pemerintah pusat berkurang. Gaji pegawai dan pelayanan dasar tetap harus dibayar," ujarnya.

Penggunaan Sumber Pendapatan Lain

Berdasarkan informasi dari NEXT Indonesia Center, hanya 55 dari 546 daerah yang memiliki PAD yang cukup untuk menutupi belanja pegawai. Sementara itu, 491 daerah lainnya harus mengandalkan sumber pendapatan lain dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), termasuk transfer dari pemerintah pusat. Herry menambahkan, "PAD yang lebih kecil dari belanja pegawai tidak berarti gaji belum dibayar. Daerah memakai sumber lain dalam APBD, termasuk transfer pusat. Tetapi ini menunjukkan seberapa besar fondasi keuangan daerah bertumpu pada kiriman dari pusat."

Di tingkat provinsi, sebagian besar daerah mampu menutupi belanja pegawai dengan PAD yang ada, terutama di provinsi-provinsi di Jawa, Bali, dan Kalimantan. Namun, di tingkat kabupaten/kota, situasi berbeda terlihat, terutama di Kalimantan di mana hanya satu kabupaten/kota yang memiliki PAD yang cukup. Di Papua, seluruh pemerintah daerah belum dapat memenuhi kebutuhan belanja pegawai dengan PAD yang tersedia.

Artikel Terkait