🔴 Breaking
Teknologi

Malaysia Siapkan 200.000 Langganan AI Gratis untuk Generasi Muda

Pemerintah Malaysia mengumumkan penambahan 100.000 langganan layanan kecerdasan buatan gratis bagi kaum muda, menjadikan total langganan menjadi 200.000. Langkah ini diambil untuk mendukung minat masy...

Bima Sakti

Penulis

11 October 2026
12 kali dibaca
Ilustrasi bendera Malaysia.(WIKIMEDIA COMMONS/CE PHOTO, UWE ARANAS)
Ilustrasi bendera Malaysia.(WIKIMEDIA COMMONS/CE PHOTO, UWE ARANAS)

Pemerintah Malaysia baru saja mengumumkan rencana untuk menambah 100.000 langganan layanan kecerdasan buatan (AI) gratis untuk generasi muda. Pengumuman ini disampaikan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat mempresentasikan Rancangan Anggaran Belanja Negara 2027 di hadapan anggota parlemen pada hari Jumat, 9 Oktober 2026. Penambahan ini merupakan respons terhadap tingginya antusiasme masyarakat terhadap program AI Untuk Rakyat yang diluncurkan sebelumnya pada 31 Agustus 2026.

Melalui program ini, pemerintah Malaysia telah menyediakan 100.000 langganan layanan AI gratis selama tiga bulan bagi warga berusia 18 hingga 30 tahun. Dengan tambahan kuota yang baru diumumkan, total langganan AI gratis yang ditawarkan pemerintah akan mencapai 200.000.

Inovasi dan Akses Belajar AI

Anwar Ibrahim juga menegaskan bahwa perluasan program ini akan mencakup aplikasi AI baru, termasuk ChatGPT. Namun, detail mengenai jenis paket ChatGPT yang akan diberikan secara gratis kepada peserta belum dijelaskan. Untuk dapat menikmati fasilitas ini, peserta diwajibkan menyelesaikan kursus pembelajaran AI melalui portal pendidikan digital yang dikelola pemerintah, Rakyat Digital. Meskipun demikian, pemerintah Malaysia belum memberikan rincian tentang layanan AI yang dapat diakses secara gratis oleh peserta, serta kapan tambahan kuota tersebut akan mulai dibagikan.

Pendidikan Digital dan Pelatihan AI

Selain menawarkan akses layanan AI gratis, pemerintah Malaysia juga berencana untuk memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk belajar teknologi digital melalui platform Rakyat Digital. Platform ini menyediakan akses gratis ke lebih dari 16.000 kursus serta program sertifikasi profesional melalui Coursera. Materi pembelajaran diambil dari berbagai universitas terkemuka dan organisasi industri di seluruh dunia.

Dengan inisiatif ini, diharapkan masyarakat Malaysia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk memanfaatkan teknologi tersebut dalam pendidikan dan dunia kerja. Pemerintah juga menargetkan pengembangan 200.000 tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang AI.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, lembaga pemerintah AI Malaysia Bhd akan mendapatkan anggaran hampir 15 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp 65 miliar) yang akan digunakan untuk mendorong penggunaan AI yang aman dan etis di berbagai sektor.

Dalam pemaparan anggaran 2027, Anwar Ibrahim juga mengumumkan alokasi dana sebesar 6 miliar ringgit Malaysia (sekitar Rp 26 triliun) untuk memperkuat kegiatan penelitian, pengembangan, dan komersialisasi inovasi di berbagai kementerian. Selain itu, Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) akan mengalokasikan dana sebesar 30 juta ringgit Malaysia (sekitar Rp 131 miliar) untuk membantu 4.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengadopsi teknologi AI serta mengotomatisasi kegiatan operasional mereka. Program ini juga mencakup pelatihan dan sertifikasi bagi 5.000 tenaga profesional di bidang AI, sebagai bagian dari upaya pemerintah Malaysia untuk memperluas pemanfaatan AI di kalangan pelajar, generasi muda, serta sektor bisnis dan industri.

Artikel Terkait