🔴 Breaking
Cuaca Panas Akibat El Nino, Apakah Sunscreen Cukup Melindungi Kulit? FEBI UIN Saizu Berperan Sebagai Co-Host AICIF 2026 untuk Memperluas Jaringan Akademik Global Pemerintah Ajak Ratusan Pengusaha Kalimantan Berperan dalam Penanganan Kebakaran Hutan Sengketa Hukum Antara Qualcomm dan Arm Berakhir dengan Ganti Rugi Simbolis Asap Kebakaran Hutan Masuk ke Jakarta, BMKG Berikan Peringatan Tim PSTM Unwahas Menjadi Juara Pertama dalam LNT-RBM XV 2026 di Riau Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Penerbangan: Ribuan Penerbangan Terdampak Pengaruh Rutin Minum Teh dan Kopi Terhadap Kesehatan Ginjal Penguatan Kerja Sama Akademik antara TBI UIN Saizu dan UIN Gus Dur Melalui Kuliah Tamu Potensi Perubahan Klasifikasi Pasar Saham Indonesia oleh MSCI dan Implikasinya Cuaca Panas Akibat El Nino, Apakah Sunscreen Cukup Melindungi Kulit? FEBI UIN Saizu Berperan Sebagai Co-Host AICIF 2026 untuk Memperluas Jaringan Akademik Global Pemerintah Ajak Ratusan Pengusaha Kalimantan Berperan dalam Penanganan Kebakaran Hutan Sengketa Hukum Antara Qualcomm dan Arm Berakhir dengan Ganti Rugi Simbolis Asap Kebakaran Hutan Masuk ke Jakarta, BMKG Berikan Peringatan Tim PSTM Unwahas Menjadi Juara Pertama dalam LNT-RBM XV 2026 di Riau Dampak Kebakaran Hutan Terhadap Penerbangan: Ribuan Penerbangan Terdampak Pengaruh Rutin Minum Teh dan Kopi Terhadap Kesehatan Ginjal Penguatan Kerja Sama Akademik antara TBI UIN Saizu dan UIN Gus Dur Melalui Kuliah Tamu Potensi Perubahan Klasifikasi Pasar Saham Indonesia oleh MSCI dan Implikasinya
Ekonomi

Pemerintah Ajak Ratusan Pengusaha Kalimantan Berperan dalam Penanganan Kebakaran Hutan

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengajak sekitar 800 pengusaha di Kalimantan untuk terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, dengan fokus pada kolaborasi anta...

Aditya Surya

Penulis

16 October 2026
10 kali dibaca
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta. (Foto: Merdeka.com/Auria Setiarum Cahayani).
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta. (Foto: Merdeka.com/Auria Setiarum Cahayani).

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengundang ratusan pengusaha di Kalimantan untuk berpartisipasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sekitar 800 pengusaha dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya ini.

Hanif menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menangani masalah karhutla. Ia meminta pemegang konsesi di wilayah tertentu untuk turut serta dalam penanganan area yang mereka kelola. "Maka semua unit usaha di Kalimantan (Tengah), mungkin lebih 500 nanti akan terlibat. Kalau di Kalimantan Selatan ada 300-an yang kemarin terlibat," ujarnya saat acara di Hotel Santika Slipi, Jakarta, pada Jumat (16/10/2026).

Penggerakan Usaha untuk Penanganan Karhutla

Seluruh pengusaha yang terlibat akan digerakkan untuk menangani karhutla sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh pemerintah. "Hari ini di Kalimantan Tengah kita akan gerakan hampir 500 unit usaha yang akan bersama-sama kita melakukan penguatan penanganan karhutla yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan provinsi," tambah Hanif.

Sebelumnya, ia juga telah mengajak ratusan pengusaha dari Kalimantan Selatan untuk ikut serta dalam memadamkan api akibat karhutla di wilayah tersebut. Penanganan karhutla akan dilakukan secara serentak untuk mencapai hasil yang optimal.

300 Pengusaha Terlibat dalam Pemadaman Api

Hanif menjelaskan bahwa pemerintah juga mengerahkan tambahan kekuatan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Sebanyak 300 pengusaha akan dilibatkan dalam upaya pemadaman api. Ia telah mengumpulkan ratusan pengusaha di Kalimantan Selatan untuk merencanakan aksi serentak dalam memadamkan titik api di kawasan-kawasan utama, termasuk di sekitar bandara.

"Jadi short term-nya kita padamkan dalam waktu 1-2 minggu kita gerak serentak 300 unit usaha yang besar semua," jelas Hanif usai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Ia menambahkan bahwa upaya ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026, dengan total lahan yang menjadi target penanganan seluas 3 ribu hektare di Kalimantan Selatan.

Hanif mengungkapkan bahwa wilayah akan dibagi menjadi zona-zona tertentu, di mana masing-masing perusahaan akan bertanggung jawab untuk melakukan penanggulangan di zona yang ditentukan hingga api padam. Ia mengakui bahwa memadamkan api di lahan gambut di Kalimantan Selatan bukanlah tugas yang mudah, karena sebelumnya pemerintah telah melakukan pemadaman secara parsial namun api kembali muncul di titik lain.

"Kita kemudian merencanakan ke depan bahwa ini api harus kita keroyok habis. Jadi semua potensi yang muncul api harus dilakukan pemadaman serentak, sehingga api tidak sempat lagi menjalar," tutupnya.

Artikel Terkait