Berlangganan →
🔴 Live
Pemungutan Suara di Peru Dimulai, Warga Antusias Menyambut Pilihan Mereka Wakil Presiden Gibran Menyoroti Ancaman Trade Misinvoicing terhadap Kedaulatan Keuangan Indonesia Analisis Pernyataan Saiful Mujani Dalam Konteks Dinamika Politik Terkini Perjuangan Seorang Wanita Muda dari Bekasi Melawan Kanker Payudara Stadium 4 di Usia 27 Tahun Pernyataan Tegas Pramono Anung Terkait Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang Penyimpangan Dalam Perdagangan Mengurangi Devisa Negara Kondisi Politik Terbaru di Tulungagung: Rangkaian Berita Terungkap Dampak Gelar Doktor Ali Fikri: Komitmen untuk Melayani Masyarakat Pesan Bahlil kepada Kader Golkar: Pertahankan Persatuan Gibran Paparkan Skandal Trade Misinvoicing, Ratusan Miliar Dolar Dana Indonesia Terancam Hilang Pemungutan Suara di Peru Dimulai, Warga Antusias Menyambut Pilihan Mereka Wakil Presiden Gibran Menyoroti Ancaman Trade Misinvoicing terhadap Kedaulatan Keuangan Indonesia Analisis Pernyataan Saiful Mujani Dalam Konteks Dinamika Politik Terkini Perjuangan Seorang Wanita Muda dari Bekasi Melawan Kanker Payudara Stadium 4 di Usia 27 Tahun Pernyataan Tegas Pramono Anung Terkait Pemalakan Sopir Bajaj di Tanah Abang Penyimpangan Dalam Perdagangan Mengurangi Devisa Negara Kondisi Politik Terbaru di Tulungagung: Rangkaian Berita Terungkap Dampak Gelar Doktor Ali Fikri: Komitmen untuk Melayani Masyarakat Pesan Bahlil kepada Kader Golkar: Pertahankan Persatuan Gibran Paparkan Skandal Trade Misinvoicing, Ratusan Miliar Dolar Dana Indonesia Terancam Hilang
Ekonomi

Penyimpangan Dalam Perdagangan Mengurangi Devisa Negara

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan bahwa penyimpangan dalam perdagangan mengakibatkan berkurangnya devisa negara akibat perbedaan antara nilai ekspor dan impor.

Sekar Wangi 12 April 2026 7 pembaca
Penyimpangan Dalam Perdagangan Mengurangi Devisa Negara

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa fenomena trade misinvoicing berdampak signifikan terhadap devisa negara. Peristiwa ini terjadi ketika terdapat perbedaan antara nilai yang dilaporkan untuk ekspor dan impor, yang menyebabkan kerugian dalam pendapatan devisa Indonesia.

Trade misinvoicing merujuk pada praktik ketidakakuratan dalam pelaporan nilai transaksi perdagangan internasional. Menurut Gibran, tindakan ini berpotensi menimbulkan selisih yang cukup besar yang akhirnya menggerogoti cadangan devisa negara. Ia mengungkapkan, “Kita harus serius menghadapi isu ini agar tidak merugikan perekonomian kita.”

Penyimpangan dalam perhitungan nilai ekspor dan impor terjadi karena berbagai faktor, antara lain penghindaran pajak, manipulasi nilai barang, atau pengiriman barang dengan nilai yang tidak sesuai. Hal ini tidak hanya merugikan pendapatan negara, tetapi juga menciptakan ketidakadilan dalam kompetisi dagang di pasar internasional.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat pengawasan terhadap kegiatan perdagangan untuk memastikan semua transaksi dicatat dengan akurat. Gibran menyatakan, “Dengan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam perdagangan, kita dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya misinvoicing.”

Sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perdagangan, diharapkan dapat berkolaborasi secara lebih intensif agar data perdagangan yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kinerja perdagangan Indonesia di mata dunia.

Selain itu, pemerintah berencana untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada eksportir dan importir tentang pentingnya pelaporan yang jujur dan akurat. “Kita ingin memastikan semua pelaku usaha sadar akan dampak dari trade misinvoicing dan lebih disiplin dalam melaporkan transaksi mereka,” tambahnya.

Dengan serangkaian upaya tersebut, diharapkan Indonesia dapat mengurangi dampak negatif dari trade misinvoicing yang dapat menurunkan devisa negara. Gibran menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas perekonomian. “Kita harus bergerak bersama untuk memastikan perekonomian kita terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pemerintah berencana melakukan evaluasi dan audit terhadap institusi yang terlibat dalam perdagangan untuk memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik yang merugikan tersebut. Penanganan masalah trade misinvoicing akan terus menjadi prioritas utama demi keberlanjutan ekonomi dan kemandirian devisa negara.

Artikel Terkait


Sumber: www.liputan6.com