Presiden Prabowo Subianto telah memberikan tugas kepada Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, untuk membantu para investor dari dalam dan luar negeri. Dalam pernyataannya, Bahlil menegaskan bahwa setiap pihak harus merasakan manfaat dari kerjasama tersebut.
Peluang untuk Semua Investor
Bahlil menyampaikan bahwa perusahaan lokal dan asing memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan kemudahan dalam berinvestasi. "Saya telah diperintah oleh Bapak Presiden Prabowo untuk membantu seluruh perusahaan-perusahaan, baik dari dalam negeri maupun di luar negeri," ujarnya di Floating Production Unit (FPU) Jangkrik, Selat Makassar, Kalimantan Timur, pada Kamis (22/10/2026).
Dia menambahkan bahwa setiap perusahaan yang berinvestasi di Indonesia dianggap sebagai bagian dari keluarga. Contohnya adalah perusahaan asal Italia, Eni S.p.A, yang bekerja sama dengan Petronas untuk mengelola produksi gas di Blok Muara Bakau. "Kalau mereka adalah saudara kita, maka saya berjanji untuk menjalankan apa yang diperintahkan untuk menjaga Searah dan Eni di wilayah kesatuan Republik Indonesia," ucap Bahlil.
Prinsip Keuntungan Bersama
Bahlil menekankan pentingnya kesepakatan bisnis yang saling menguntungkan. Dia menyatakan bahwa semua pihak, termasuk pemerintah, perusahaan lokal, dan perusahaan asing, harus mendapatkan keuntungan dari kerjasama tersebut. "Aturan tetap kita pakai, win-win kita harus pakai. Kalian untung, perusahaan lokal untung, negara untung. Harus sama-sama untung. Tidak boleh ada yang untung dan satu untung satunya rugi," jelasnya.
Selain itu, Bahlil juga meminta Eni dan Searah untuk berbagi pengalaman mereka dengan talenta lokal. "Anggaplah kalian sekalipun dari luar negeri, anggaplah ini negara kalian juga. Dan anggaplah anak-anak ini sekalipun anak-anak Indonesia, anggap ini juga adalah bagian daripada keluarga kalian," pesannya.
Sebelumnya, Bahlil meresmikan penerimaan gas dari sumur Jangkring North East JNE#6 serta fasilitas produksi lapangan MAHA - South Hub, yang terletak di perairan Selat Makassar. Sumur JNE#6 memulai pengaliran gas perdana sebesar 60 mmscfd pada hari yang sama, dengan potensi tambahan dari lapangan MAHA-South Hub sebesar 230 mmscfd, sehingga total potensi tambahan mencapai 290 mmscfd.
Dia menjelaskan bahwa tambahan ini akan meningkatkan kontribusi pasokan gas dari lapangan offshore. "Sekarang berarti overall sudah mencapai 750 (mmscfd) karena eksisting kurang lebih sekitar 450 mmscfd, sekarang tambah lagi kurang lebih sekitar 300 mmscfd, berarti sudah mencapai 750 mmscfd," ungkap Bahlil.
Fasilitas ini dikelola oleh Searah Muara Bakau, yang merupakan hasil kerjasama antara Eni S.p.A dari Italia dan Petronas dari Malaysia. Bahlil menekankan bahwa ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan seluruh perusahaan untuk mewujudkan visi Presiden terkait kedaulatan energi, dengan mencari sumber-sumber energi baik di darat maupun di laut.