🔴 Breaking
Ekonomi

Strategi Baru Distribusi BBM di Kalimantan Barat akibat Surutnya Sungai Kapuas

Menteri Koordinator Bahlil Lahadalia mengumumkan perubahan strategi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Barat akibat surutnya Sungai Kapuas yang disebabkan oleh fenomena El Nino.

Sekar Wangi

Penulis

23 October 2026
7 kali dibaca
Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan wilayah sekitarnya.
Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan wilayah sekitarnya.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan adanya tantangan dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Barat. Untuk memastikan pasokan BBM tetap terjaga, pola penyaluran akan dialihkan ke jalur darat.

Bahlil menjelaskan bahwa masalah distribusi ini muncul akibat mengeringnya Sungai Kapuas, yang disebabkan oleh fenomena El Nino. Pendangkalan alur sungai mengakibatkan kapal tanker yang mengangkut BBM tidak dapat melintas, sehingga pengiriman harus dilakukan melalui jalur darat. "Memang tadi ada problem di Kalimantan Barat, di Sungai Kapuas. Itu karena El Nino kemudian terjadi pendangkalan. Karena pendangkalan tersebut, distribusi kita sedikit mengalami gangguan," ungkap Bahlil di Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (23/10/2026).

Dia menambahkan, "Tetapi kita sudah mengubah caranya. Tadi saya tanya Pertamina, mereka menjadikan kapal sebagai penampungan, setelah itu baru didistribusikan menggunakan mobil tangki lewat jalur darat."

Ketersediaan Stok BBM Aman

Walaupun ada kendala dalam distribusi, Bahlil memastikan bahwa stok BBM baik secara nasional maupun di Kalimantan dalam keadaan aman. "Stok nasional kita rata-rata 16–18 hari untuk Pertalite. Kalau solar tidak ada isu sama sekali karena kita sudah tidak lagi impor," jelasnya. "Untuk RON 92, 95, dan 98 rata-rata di atas 20 hari, sesuai standar minimum nasional. Stok di Kalimantan juga tidak jauh beda dengan kondisi nasional," tambah Bahlil.

Langkah Antisipasi Pertamina

PT Pertamina Patra Niaga juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan kelancaran pasokan BBM ke Kabupaten Sintang dan sekitarnya. Penyusutan muka air Sungai Kapuas sebelumnya sempat menyulitkan akses kapal menuju Fuel Terminal Sintang.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga akan mengoptimalkan fasilitas penyangga di Tayan, Kabupaten Sanggau, sebagai titik suplai alternatif. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa pengoperasian fasilitas Tayan merupakan bagian dari rencana kontingensi Pertamina ketika alur logistik utama terganggu. "Kondisi Sungai Kapuas yang surut berdampak pada akses distribusi BBM jalur sungai. Untuk mengantisipasinya, Pertamina menyiapkan alternatif distribusi melalui fasilitas penyangga di Tayan agar penyaluran ke Sintang dan sekitarnya tetap berjalan," kata Kitty.

Melalui fasilitas di Tayan, proses pengisian BBM dilakukan secara langsung dari kapal ke mobil tangki untuk kemudian diantar ke SPBU. Skema ini memberikan fleksibilitas dalam mendekatkan titik suplai ke wilayah yang membutuhkan.

Artikel Terkait