🔴 Breaking
Teknologi

Transformasi Pasar Ponsel Global: Dari Kejayaan Nokia dan BlackBerry ke Dominasi Apple dan Samsung

Dalam 15 tahun terakhir, pasar ponsel global mengalami perubahan signifikan, dengan Nokia dan BlackBerry yang dulunya dominan kini tersisih, sementara Apple dan Samsung mengambil alih posisi teratas.

Maya Soraya Larasati

Penulis

11 October 2026
12 kali dibaca
Ilustrasi ponsel dari merek legendaris Nokia dan BlackBerry.(nairaland.com)
Ilustrasi ponsel dari merek legendaris Nokia dan BlackBerry.(nairaland.com)

Perubahan drastis terjadi dalam persaingan pasar ponsel global selama 15 tahun terakhir. Nokia dan BlackBerry, yang pernah menjadi raja di industri ini, kini tidak lagi termasuk dalam lima besar vendor smartphone dunia. Keduanya telah kehilangan posisi mereka di pasar ponsel global. Di sisi lain, Apple dan Samsung, yang pada tahun 2010 masih berada di bawah bayang-bayang Nokia dan BlackBerry, kini menjadi penguasa utama pasar smartphone.

Nokia dan BlackBerry Mendominasi pada 2010

Pada tahun 2010, Nokia menduduki posisi sebagai vendor smartphone terbesar di dunia dengan pengiriman mencapai 100,2 juta unit, yang memberikan mereka pangsa pasar sebesar 33,1 persen. Ini berarti, sekitar sepertiga dari total pengiriman smartphone global pada tahun tersebut berasal dari Nokia. Di posisi kedua terdapat Research In Motion (RIM), yang dikenal dengan merek BlackBerry, dengan pengiriman 48,7 juta unit dan pangsa pasar 16,1 persen. Apple berada di urutan ketiga dengan 47,5 juta unit dan pangsa pasar 15,7 persen, diikuti oleh Samsung di posisi keempat dengan 23 juta unit dan pangsa pasar 7,6 persen. HTC menutup daftar lima besar dengan pengiriman 21,5 juta unit dan pangsa pasar 7,1 persen. Total pengiriman smartphone global pada tahun itu mencapai 302,6 juta unit.

Dominasi Apple dan Samsung pada 2025

Setelah 15 tahun berlalu, komposisi lima besar vendor smartphone dunia mengalami perubahan yang signifikan. Apple kini berada di posisi teratas dengan pengiriman 247,8 juta unit iPhone pada tahun 2025, yang setara dengan pangsa pasar 19,7 persen. Samsung mengikuti di belakang dengan pengiriman 241,2 juta unit dan pangsa pasar 19,1 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2010, pengiriman iPhone meningkat lebih dari lima kali lipat, sementara pengiriman smartphone Samsung melonjak lebih dari sepuluh kali lipat. Namun, pangsa pasar keduanya pada tahun 2025 masih lebih kecil dibandingkan dengan pangsa pasar Nokia saat mendominasi pada tahun 2010.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar smartphone saat ini lebih tersebar di antara berbagai produsen besar, berbeda dengan kondisi ketika Nokia masih memimpin.

Merek China Mengambil Alih Posisi di Lima Besar

Perubahan lain yang mencolok adalah masuknya merek asal China ke dalam daftar lima besar vendor smartphone. Pada tahun 2010, tidak ada merek China yang termasuk dalam daftar tersebut. Namun, setelah 1,5 dekade, tiga merek China berhasil menembus posisi tersebut. Xiaomi kini berada di posisi ketiga dengan pengiriman 165,3 juta unit, mengamankan pangsa pasar 13,1 persen. Vivo menempati posisi keempat dengan pengiriman 103,9 juta unit dan pangsa pasar 8,2 persen, sementara Oppo berada di posisi kelima dengan 102 juta unit dan pangsa pasar 8,1 persen. Secara keseluruhan, ketiga merek ini mengirimkan sekitar 371,2 juta smartphone pada tahun 2025, yang setara dengan 29,4 persen dari pasar global.

Pertumbuhan Pasar Smartphone yang Pesat

Selain perubahan dalam nama-nama pemain utama, ukuran pasar smartphone global juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pengiriman smartphone global pada tahun 2010 mencapai 302,6 juta unit, dan diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 1,26 miliar unit pada tahun 2025, atau sekitar empat kali lipat dalam kurun waktu 15 tahun. Meski demikian, dominasi lima vendor terbesar justru menyusut. Pada tahun 2010, Nokia, BlackBerry, Apple, Samsung, dan HTC menguasai 79,6 persen pasar smartphone global. Namun, pada tahun 2025, lima vendor teratas, yaitu Apple, Samsung, Xiaomi, Vivo, dan Oppo, hanya menguasai 68,2 persen pasar. Sementara itu, kategori vendor lain di luar lima besar mengalami peningkatan dari 61,7 juta unit pada tahun 2010 menjadi sekitar 400 juta unit pada tahun 2025, dengan pangsa pasar naik dari 20,4 persen menjadi 31,7 persen. Ini menunjukkan bahwa meskipun pasar smartphone semakin besar, pengiriman perangkat kini lebih tersebar di antara lebih banyak produsen di luar lima penguasa utama pasar smartphone global.

Artikel Terkait