🔴 Breaking
Perbedaan Sesak Napas Akibat Asap Kebakaran Hutan dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Seminar Penguatan Pesantren Kampus di UIN Saizu Rayakan Hari Santri 2026 Peluncuran Digitalisasi Bansos, Memastikan Penyaluran Tepat Sasaran pada November 2026 Mengatasi Rasa Ngilu Setelah Scaling Gigi: Hal yang Wajar Siswa SMP ABBS Surakarta Raih Prestasi Mengagumkan dengan Hafalan 23 Juz Al-Qur'an OJK Komitmen Lanjutkan Reformasi Pasar Modal Indonesia Jangan Sampai Investor Angkat Kaki! Dugaan Tekanan Kelompok Bayangi Industri Karawang, Lapangan Kerja Rakyat Dipertaruhkan Kawasan Industri Karawang–Bekasi Disorot: Keluhan Tekanan Kelompok ke Pabrik Picu Kekhawatiran terhadap Iklim Investasi Kolaborasi BPOM dan Kemenpar Tingkatkan Keamanan Pangan di Desa Wisata Pemahaman Meningkat, Namun Penggunaan Keuangan Syariah Justru Menurun Perbedaan Sesak Napas Akibat Asap Kebakaran Hutan dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut Seminar Penguatan Pesantren Kampus di UIN Saizu Rayakan Hari Santri 2026 Peluncuran Digitalisasi Bansos, Memastikan Penyaluran Tepat Sasaran pada November 2026 Mengatasi Rasa Ngilu Setelah Scaling Gigi: Hal yang Wajar Siswa SMP ABBS Surakarta Raih Prestasi Mengagumkan dengan Hafalan 23 Juz Al-Qur'an OJK Komitmen Lanjutkan Reformasi Pasar Modal Indonesia Jangan Sampai Investor Angkat Kaki! Dugaan Tekanan Kelompok Bayangi Industri Karawang, Lapangan Kerja Rakyat Dipertaruhkan Kawasan Industri Karawang–Bekasi Disorot: Keluhan Tekanan Kelompok ke Pabrik Picu Kekhawatiran terhadap Iklim Investasi Kolaborasi BPOM dan Kemenpar Tingkatkan Keamanan Pangan di Desa Wisata Pemahaman Meningkat, Namun Penggunaan Keuangan Syariah Justru Menurun
Nasional

Tujuh Perusahaan Indonesia Ditegur Singapura Terkait Kebakaran Hutan

Singapura telah mengeluarkan teguran resmi kepada tujuh perusahaan Indonesia yang diduga berkontribusi terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Penelusuran menunjukkan bahwa perusahaan-perusa...

Fehardian Rahaja

Penulis

20 October 2026
13 kali dibaca
Ilustrasi karhutla ganggu negara tetangga. (Suara.com/Syahda)
Ilustrasi karhutla ganggu negara tetangga. (Suara.com/Syahda)

Otoritas Singapura telah memberikan teguran resmi kepada tujuh perusahaan asal Indonesia yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) menerbitkan Preventive Measure Notices berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) sebagai respons terhadap situasi ini.

Daftar Perusahaan yang Ditegur

Ketujuh perusahaan yang mendapat teguran dari Singapura adalah sebagai berikut:

  • PT Bumi Andalas Permai (BAP)
  • PT Bumi Mekar Hijau (BMK)
  • PT Paramitra Mulia Langgeng
  • PT Sumatera Alam Anugerah
  • PT SBA Wood Industries
  • PT Hutan Lestari Raya
  • PT Bangkanesia

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik mengenai siapa pemodal besar di balik perusahaan-perusahaan tersebut. Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka terhubung dengan konglomerasi besar di Indonesia, termasuk grup bisnis Sinar Mas dan Sungai Budi Group.

Profil Perusahaan

Berikut adalah profil singkat dari beberapa perusahaan yang terlibat:

1. PT Bumi Andalas Permai (BAP) beroperasi di sektor kehutanan dan memiliki konsesi lahan hutan tanaman industri (HTI). Perusahaan ini merupakan pemasok utama bagi Asia Pulp & Paper (APP), yang merupakan bagian dari Sinarmas Group, yang dikelola oleh keluarga mendiang Eka Tjipta Widjaja.

2. PT Bumi Mekar Hijau (BMH) juga berfungsi sebagai pemasok HTI untuk Asia Pulp & Paper (APP) dan merupakan bagian dari rantai pasokan Sinarmas Group. Entitas ini berada di bawah kendali Keluarga Widjaja.

3. PT SBA Wood Industries atau Sebangun Bumi Andalas Wood Industries bergerak di sektor industri perkayuan dan kehutanan.

Informasi lebih lanjut mengenai perusahaan-perusahaan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kontribusi mereka terhadap masalah kebakaran hutan yang sedang terjadi.

Artikel Terkait