Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta telah terpilih sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) paling favorit dalam Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) 2026. Dengan jumlah pendaftar yang sangat signifikan, mencapai 26.886, UIN Sunan Kalijaga berhasil menarik perhatian banyak calon mahasiswa baru di seluruh Indonesia.
Proses pendaftaran SPAN-PTKIN 2026 dibuka pada 14 Februari hingga 8 Maret 2026. Hal ini menjadi momen penting bagi banyak pelajar, khususnya mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang keagamaan. UIN Sunan Kalijaga, dengan berbagai program studi yang ditawarkan, menjadi primadona di kalangan calon mahasiswa. Salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya minat pendaftaran adalah reputasi akademik UIN Sunan Kalijaga yang sudah dikenal luas, terutama dalam pengajaran dan penelitian di bidang keislaman.
Menurut data yang dirilis oleh panitia SPAN-PTKIN, UIN Sunan Kalijaga tidak hanya unggul dalam jumlah pendaftar, tetapi juga dalam kualitas program studi yang ditawarkan. Seorang siswa asal Jawa Tengah, Andi, mengungkapkan, “Saya memilih UIN Sunan Kalijaga karena memiliki kurikulum yang sangat relevan dan dosen-dosennya berkualitas. Saya berharap bisa mendapatkan pengalaman belajar yang memuaskan di sini.”
Di samping itu, faktor lingkungan kampus yang kondusif dan fasilitas yang memadai turut menjadi nilai tambah bagi UIN Sunan Kalijaga. Sejumlah pendaftar lainnya juga menilai bahwa lokasi kampus yang strategis di Yogyakarta, sebuah kota yang memiliki banyak warisan budaya, memberikan daya tarik tersendiri. "Yogyakarta adalah kota yang kaya akan budaya sekaligus menjadi pusat pendidikan, sehingga saya merasa UIN Sunan Kalijaga adalah pilihan yang tepat," kata Siti, pendaftar dari Jakarta.
Sebagai langkah selanjutnya, pihak UIN Sunan Kalijaga siap melakukan penyaringan dan seleksi yang ketat untuk menentukan siapa saja calon mahasiswa yang berhasil diterima. Dalam hal ini, pihak panitia memastikan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan adil. “Kami berkomitmen untuk menjadikan UIN Sunan Kalijaga sebagai tempat yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua pendaftar,” ujar Dr. Ahmad, Rektor UIN Sunan Kalijaga.
Dengan semakin tingginya antusiasme masyarakat, UIN Sunan Kalijaga diharapkan mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas pendidikan serta layanan kepada mahasiswa. Proses selanjutnya akan berfokus pada penyampaian hasil seleksi kepada pendaftar yang dinyatakan diterima, serta persiapan penyambutan mahasiswa baru di tahun akademik yang akan datang.