Berlangganan →
Update
--- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana --- --- Partai Amanat Nasional Dukung Gagasan KPK tentang Peraturan Baru --- --- Menteri Sosial Menargetkan Penyelesaian 100 Sekolah Rakyat pada Juli 2026 --- --- Transformasi Shindy Samuel: Dari 171 Kg Menjadi 61 Kg --- Investor Menunda Transaksi di Pasar Logam Mulia, Harga Emas Tidak Bergerak Signifikan --- Wakil Menteri Pertanian Ajak Kepala Desa Tingkatkan Pembangunan Pertanian --- --- Memperkuat Generasi Qur'ani, KB TK Quran Platinum Al Abidin Selenggarakan Haflatul Qur'an --- Fakta Sehat Gula Aren yang Perlu Diketahui Generasi Z --- UI Luncurkan Teknologi XPS untuk Tingkatkan Kapasitas Riset Material --- Kementerian Kelautan dan Perikanan Tegaskan Dua Kapal Ikan di Merauke Tidak Trawl --- El Rumi Tampil Anggun dengan Rompi Bergaya Regency Karya Didiet Maulana ---
Pendidikan

Wakil Ketua Komisi X DPR Menentang Usulan Pembelajaran Daring untuk Penghematan Energi

Wakil Ketua Komisi X DPR menyatakan keberatannya terhadap rencana mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke platform daring dengan alasan penghematan energi.

Sabina Almira 24 March 2026 21 pembaca kompas.com kompas.com
Wakil Ketua Komisi X DPR Menentang Usulan Pembelajaran Daring untuk Penghematan Energi
kompas.com

Wakil Ketua Komisi X DPR, yang juga merupakan perwakilan dari Fraksi Partai Gerindra, secara tegas menolak rencana yang mengusulkan dilakukannya pembelajaran daring sebagai langkah untuk menghemat penggunaan energi. Dalam rapat yang diadakan pada tanggal 2 November 2023, ia menekankan bahwa pendidikan di sekolah tatap muka memiliki banyak keunggulan yang tidak dapat tergantikan oleh metode daring.

Menurutnya, kegiatan belajar di kelas memberikan interaksi sosial yang lebih baik bagi siswa, serta kemampuan untuk beradaptasi dan belajar secara langsung dari pengajar. “Pendidikan bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga tentang membangun karakter dan sosialisasi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dampak negatif dari pembelajaran daring dapat mengakibatkan kesenjangan pendidikan dan mengancam kualitas belajar siswa.

Dalam konteks ini, komisi tersebut memaparkan kekhawatiran mengenai dampak jangka panjang dari kurangnya interaksi langsung antara siswa dan guru. Rencana untuk beralih ke sistem daring tersebut dinilai tidak mempertimbangkan faktor-faktor penting yang mendukung proses pembelajaran yang efektif. “Kami tidak bisa hanya melihat dari sudut pandang efisiensi energi tanpa mempertimbangkan konsekuensi pada pendidikan anak-anak kita,” tambahnya.

Sementara itu, pemerintah beralasan bahwa pengalihan ke sistem daring akan mengurangi penggunaan energi, terutama di saat-saat tertentu ketika konsumsi listrik meningkat. Namun, Wakil Ketua Komisi X menekankan bahwa alternatif lain, seperti penghematan energi di fasilitas pendidikan, harus diprioritaskan. “Kami perlu menemukan solusi yang tidak hanya efisien secara energi tetapi juga mendukung perkembangan siswa,” tegasnya.

Dia juga menyerukan perlunya investasi dalam infrastruktur pendidikan agar tetap mendukung kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. “Langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa semua sekolah memiliki akses ke sumber daya yang mencukupi dan tidak hanya berfokus pada penghematan energi,” tuturnya lebih lanjut.

Rapat tersebut menarik perhatian banyak kalangan, termasuk orang tua dan guru, yang khawatir akan implikasi dari kebijakan tersebut. Di media sosial, sejumlah pihak mengungkapkan keprihatinan mereka terkait ketidakmampuan siswa dalam beradaptasi dengan pembelajaran daring yang kurang efektif.

Dengan melihat dinamika ini, Wakil Ketua Komisi X DPR menegaskan bahwa lembaga legislatif akan terus memantau dan mengevaluasi rencana pemerintah. Dia berharap bahwa semua pihak dapat mencari solusi yang berkelanjutan bagi pendidikan tanpa harus mengorbankan kualitas belajar siswa. Keputusan akhir mengenai rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan yang akan datang, dan diharapkan adanya masukan dari berbagai pihak untuk mencapai kesepakatan yang terbaik.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait