Berlangganan →
🔴 Live
KPU RI Umumkan Dokumen Pendaftaran Partai Politik Peserta Pemilu Pengungkapan Jaringan Perdagangan Ikan Komodo Ilegal oleh Polda Jatim Pulau Umang Resmi Disegel oleh KKP Setelah Viral Dijual Rp 65 Miliar Ahmad Muzani: Indonesia Berkomitmen pada Netralitas dalam Politik Global Pernyataan Juru Bicara KPK Terkait Pelaporan Faizal Assegaf ke Dewas: Tidak Perlu Direspons Lanjut UIN Saizu Ajak Mahasiswa Optimalkan Kesempatan dalam Program Pendidikan Kebanksentralan BI Anomali Dalam Program Jaminan Kesehatan: 10% Individu Kaya Terdaftar Sebagai Penerima PBI BPJS Rekomendasi Desktop All-in-One Ideal untuk Kegiatan Belajar Mengajar Menkeu Purbaya Meyakinkan Investor AS Terhadap Stabilitas Ekonomi Indonesia Menuju Hari Buruh Internasional 2026: Inovasi Perjuangan Buruh Indonesia Melalui Aksi Daring dan Kegiatan Sosial KPU RI Umumkan Dokumen Pendaftaran Partai Politik Peserta Pemilu Pengungkapan Jaringan Perdagangan Ikan Komodo Ilegal oleh Polda Jatim Pulau Umang Resmi Disegel oleh KKP Setelah Viral Dijual Rp 65 Miliar Ahmad Muzani: Indonesia Berkomitmen pada Netralitas dalam Politik Global Pernyataan Juru Bicara KPK Terkait Pelaporan Faizal Assegaf ke Dewas: Tidak Perlu Direspons Lanjut UIN Saizu Ajak Mahasiswa Optimalkan Kesempatan dalam Program Pendidikan Kebanksentralan BI Anomali Dalam Program Jaminan Kesehatan: 10% Individu Kaya Terdaftar Sebagai Penerima PBI BPJS Rekomendasi Desktop All-in-One Ideal untuk Kegiatan Belajar Mengajar Menkeu Purbaya Meyakinkan Investor AS Terhadap Stabilitas Ekonomi Indonesia Menuju Hari Buruh Internasional 2026: Inovasi Perjuangan Buruh Indonesia Melalui Aksi Daring dan Kegiatan Sosial
Kesehatan

Waspada Hipotermia: IDAI Mengingatkan Risiko Pendakian Gunung bagi Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko hipotermia saat membawa anak-anak mendaki gunung, terutama di musim dingin.

Maya Soraya Larasati 13 April 2026 9 pembaca
Waspada Hipotermia: IDAI Mengingatkan Risiko Pendakian Gunung bagi Anak

Dalam sebuah pernyataan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua mengenai potensi risiko hipotermia yang bisa mengancam kesehatan anak saat melakukan pendakian di pegunungan. Di tengah meningkatnya popularitas kegiatan outdoor, terutama di kalangan keluarga, pemahaman akan bahaya ini menjadi sangat krusial.

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh turun di bawah normal, dan ini sering terjadi saat seseorang terpapar cuaca dingin, terutama di daerah pegunungan. IDAI menekankan bahwa anak-anak lebih rentan mengalami hipotermia dibandingkan orang dewasa, disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ukuran tubuh yang lebih kecil dan kemampuan tubuh mereka untuk mengatur suhu yang belum sepenuhnya berkembang. “Orang tua harus sangat berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta perlengkapan yang dibawa,” ungkap Dr. Siti Rahmawati, seorang dokter spesialis anak yang memberikan penjelasan mengenai kondisi ini.

Dalam penjelasannya, Dr. Rahmawati menekankan pentingnya persiapan sebelum melakukan perjalanan. “Persiapkan pakaian yang sesuai, seperti pakaian lapis dan material yang dapat menghangatkan tubuh. Selalu pastikan anak mengenakan topi dan sarung tangan untuk melindungi bagian tubuh yang sering kali terabaikan,” tambahnya. Keberadaan peralatan tambahan, seperti termos berisi minuman hangat, juga sangat disarankan untuk membantu menjaga tubuh tetap hangat.

Dari pengalaman salah satu pendaki, Anton, yang pernah membawa anaknya mendaki gunung, ia menceritakan, “Kami tidak menyangka cuaca bisa berubah begitu cepat. Perlengkapan yang kami bawa ternyata kurang memadai, dan anak saya mulai menunjukkan tanda-tanda kedinginan. Itu adalah momen yang sangat menegangkan bagi kami.” Anton mendorong orang tua lainnya untuk selalu melakukan pengecekan cuaca dan mempersiapkan segala kebutuhan sebelum berangkat.

Selain faktor fisik, kondisi pemulihan anak setelah pendakian juga perlu diperhatikan. IDAI merekomendasikan agar orang tua segera membawanya ke tempat yang hangat dan memberikan makanan atau minuman bergizi untuk pemulihan energi. “Penting untuk memonitor kesehatan anak selama dan setelah pendakian. Segera ambil tindakan jika ada tanda-tanda hipotermia, seperti menggigil berlebihan atau kebingungan,” tambah Dr. Rahmawati.

Kepedulian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keselamatan anak saat beraktivitas di alam terbuka. IDAI terus mendorong orang tua untuk tidak mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan risiko seperti pendakian gunung.

Ke depannya, IDAI rencananya akan mengadakan seminar tentang keselamatan anak dalam kegiatan outdoor, dengan tujuan untuk memberikan informasi yang lebih mendalam kepada masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan orang tua. Kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan.

Artikel Terkait


Sumber: health.detik.com