Wed. Jun 23rd, 2021

KPK Terima Keputusan Polda Metro Jaya Hentikan Kasus Rektor UNJ

Rektor UNJ Komarudin

Porosberita.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima keputusan Polda Metro Jaya menghentikan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta UNJ.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengumumkan penanganan kasus terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) yang diduga melibatkan Rektor UNJ dihentikan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan keputusan tersebut ditempuh karena polisi tidak menemukan unsur tindak pidana.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri menyatakan penghentian kasus tersebut merupakan kewenangan Polda Metro Jaya. “Tentu penghentian penyelidikan tersebut menjadi kewenangan Polda Metro Jaya,” kata Ali kepada wartawan, Kamis (9/7/2020)

Ali juga menyatakan KPK menghargai kerja Polri yang telah melakukan pemeriksaan terhadap 44 orang saksi dan dua ahli dalam penanganan perkara tersebut. KPK sendiri telah melakukan supervisi dengan memfasilitasi saksi-saksi dan ikut dalam gelar perkara.

“KPK menghargai upaya yang sudah dilakukan Polda Metro Jaya yang telah memeriksa 44 orang saksi dan 2 ahli pidana,” kata Ali.

Menurutnya,  penyerahan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum (APH) lain bukan hal yang baru.

Contohnya, kata Ali,  KPK juga pernah melakukan tindakan yang sama ketika melakukan tangkap tangan bersama Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) terhadap oknum di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

“Dan kemudian diserahkan kepada Badan Pengawas MA untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. (wan)