Sat. Jan 28th, 2023

Gubernur Anies Mengaku Positif Covid-19

Anies Baswedan

Porosberita.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid baswedan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah menjalani tes swab PCR. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Anies melalui video yang diunggah di akun instagram resminya Selasa (1/12/2020) pagi.

Dalam video itu, Anies mengaku positif Covid-19 setelah menjalani tes pada Senin (30/11/2020) kemarin.  Anies mengaku berinisiatif melakukan tes usai mendapat informasi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria positif covid-19.

“Sementara kita ada interaksi yang cukup dekat, maka sesuai dengan protokol kesehatan saya kembali melakukan tes,” jelas Anies.

Anies menuturkan, sebelumnya rutin melakukan tes swab. Tes terakhir dilakukan pada Rabu (25/11/2020) dengan hasil negatif. Tak hanya itu, Ia juga sempat melakukan swab antigen pada Minggu (29/11/2020) setelah mengetahui Riza positif covid-19.

Anies lalu menjalani tes swab PCR sebagai konfirmasi atas hasil antigen sebelumnya. Ternyata, hasilnya positif Covid-19.

“Ternyata malamnya dini hari saya dapat kabar kalau hasilnya positif, hasil tes PCR saya positif Covid-19,” tuturnya.

Mengetahui dirinya terpapar, Anies pun berinisiatif mengumumkan kondisinya pada Selasa pagi tadi. “Sebagaimana kita lakukan dalam penanganan covid, sejak Maret kita selalu sampaikan apa adanya, transparan, tidak ditambah, dikurangi, dan diberikan secara lengkap menyangkut kebijakan kita transparan, begitu juga ketika menyangkut situasi yang saya hadapi hari ini,” kata Anies.

Anies pun berpesan kepada semua orang yang pernah berinteraksi dengannya segera melakukan isolasi mandiri dan menjalani tes usap PCR.

“Bagi siapapun yang pernah ketemu saya silakan hubungi puskesmas terdekat untuk menjalani tes usap. Tim tracing Dinkes akan mendata, menghubungi semua kontak erat, dan seluruh prosedur terkait akan dijalankan,” ujarnya.

Anies lantas menjelaskan bahwa saat ini kondisinya dalam keadaan baik dan tidak ada gejala. Meski begitu, ia akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang ditetapkan tim medis.

“Isolasi mandiri di rumah dinas, di mana saya akan tinggal sendiri, sementara keluarga akan tetap tinggal di rumah pribadi yang selama ini kita tempati. Saya akan tetap bekerja dari rumah, secara virtual, memimpin rapat secara virtual,” pungkasnya. (wan)