Presiden Prabowo Subianto telah melantik Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dalam kesempatan ini, Bamsoet menegaskan bahwa ia akan memanfaatkan pengalaman panjangnya di dunia parlemen untuk memberikan nasihat yang objektif kepada Presiden.
Bamsoet berkomitmen untuk menjadikan Dewan Pertimbangan Presiden sebagai lembaga yang memberikan masukan konstruktif, yang didasarkan pada data dan kepentingan nasional. Ia mengungkapkan bahwa pengalamannya selama hampir dua dekade di parlemen akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas barunya ini.
Pengalaman Parlemen yang Berharga
Dalam pernyataannya, Bamsoet menyatakan, "Saya memandang amanah sebagai Anggota Wantimpres sebagai kelanjutan dari pengabdian di lembaga yang berbeda. Selama hampir 20 tahun berada di parlemen, saya belajar bahwa setiap kebijakan negara membutuhkan pertimbangan yang matang, melihat persoalan dari berbagai sudut, sekaligus mendengar suara masyarakat." Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut akan dibawa dalam menjalankan amanah sebagai Wantimpres.
Rekam jejak Bamsoet di parlemen cukup panjang, di mana ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan pada periode 2016 hingga 2018, serta menjabat sebagai Ketua DPR RI ke-20 dari 2018 hingga 2019, dan Ketua MPR RI untuk periode 2019 hingga 2024. Dengan latar belakang tersebut, ia bertekad untuk memberikan pertimbangan yang objektif kepada Presiden Prabowo.
Komunikasi dan Kerjasama dalam Beragam Latar Belakang
Bamsoet mengungkapkan, "Saya melihat pengalaman sebagai Ketua DPR dan Ketua MPR memberikan perspektif yang cukup lengkap mengenai bagaimana kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi kebijakan publik, bagaimana aspirasi masyarakat masuk ke dalam proses politik, dan bagaimana lembaga negara harus membangun komunikasi agar keputusan yang diambil dapat berjalan efektif." Ia juga menekankan pentingnya memberikan pertimbangan yang berbasis data dan kepentingan nasional.
Selain itu, pengalaman Bamsoet di Partai Golkar juga akan menjadi modal dalam menjalankan tugasnya sebagai Wantimpres. Ia menyatakan, "Saya pernah berada di berbagai posisi dalam partai dengan kepemimpinan yang berbeda. Dari sana saya memahami pentingnya menjaga komunikasi, menghormati perbedaan pandangan, dan mencari titik temu ketika kepentingan politik berhadapan dengan kepentingan kebangsaan."
Lebih lanjut, ia menyadari bahwa anggota Wantimpres memiliki latar belakang yang beragam. Menurutnya, keberagaman ini harus bisa diatasi dan justru menjadi kekuatan. "Keberagaman latar belakang anggota Wantimpres justru menjadi kekuatan," ujarnya, menekankan pentingnya pengalaman dari berbagai sektor seperti pemerintahan, parlemen, militer, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, hingga masyarakat sipil.