🔴 Breaking
Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar Singapura Berikan Subsidi Kesehatan bagi Warga Terdampak Kabut Asap Kekhawatiran Bahlil Terhadap Dampak Serangan Houthi di Arab Saudi Tragedi Bayi 24 Hari: Bahaya Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan Pelatihan Kader Kesehatan di Banyuanyar untuk Menghadapi Banjir Upaya Pertamina Patra Niaga Mengatasi Antrean SPBU di Bondowoso Akibat Lonjakan Konsumsi Pertalite BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste Zulkifli Hasan Ingatkan Ancaman bagi Nelayan Lemah: Laut Kita Dikuasai Asing Bayi 24 Hari Diduga Diberi Telur Mentah, IDAI Beri Peringatan Kegiatan Al-Qur’an Super Camp di SDTQ Al Abidin Surakarta Memperkuat Karakter Islami Siswa Keamanan di Riyadh Memanas, Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Jeddah Tetap Berjalan Lancar
Kesehatan

BPOM Indonesia Siap Dukung Pengembangan Laboratorium Keamanan Pangan di Timor Leste

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia berkomitmen untuk membantu Timor Leste dalam membangun laboratorium keamanan pangan yang sesuai dengan standar internasional. Kerja sama ini diharapkan...

Eko Prasetyo

Penulis

12 October 2026
15 kali dibaca
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mengungkapkan kesiapannya untuk mendampingi Timor Leste dalam meningkatkan kapasitas laboratorium serta regulasi keamanan pangan. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa sebagai negara tetangga, Indonesia bersedia berbagi fasilitas dan standar regulasi yang sudah diakui secara internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Taruna saat membuka acara Pelatihan Teknis Pengujian Laboratorium Keamanan Pangan untuk Agência Nacional da Farmácia e Produtos de Saúde (ANFAESA) I.P. di Kantor BPOM RI, Jakarta. Ia menyatakan, "Sebagai keluarga kita harus support each other bukan hanya dari sisi teknis tapi tentang apapun yang bisa membuat hubungan kita lebih kuat. Meski kita berbeda, tapi dengan Timor Leste kita punya beberapa hubungan yang sama dan bisa menjadi lebih kuat," pada Senin (12/10/2026).

Kompetensi BPOM yang Diakui Secara Internasional

Taruna menjelaskan bahwa BPOM RI saat ini telah terdaftar sebagai WHO Listed Authority (WLA), yang menempatkan sistem pengawasan obat dan makanan Indonesia setara dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, negara-negara anggota Uni Eropa, Inggris, dan Jepang. "BPOM RI hanya satu-satunya yang masuk WHO listed authority dari negara berkembang, lainnya negara maju. Kami punya kompetensi, teknisi, SDM yang bagus. Ini kekuatan yang mau kami berikan kepada Timor Leste. Bukan tidak mungkin nanti Timor Leste juga bisa menjadi negara yang memiliki WHO LA. Kita bisa mulai bersama, bersama kita lebih baik daripada kompetisi," tegasnya.

Fokus Pengembangan Laboratorium di Timor Leste

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Timor Leste mengungkapkan bahwa negara mereka sedang melakukan renovasi gedung laboratorium pangan meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya. Pengembangan modal manusia menjadi prioritas utama untuk menangani isu penyakit menular dan penyakit tidak menular yang prevalensinya tinggi di Timor Leste.

Untuk mencapai standar internasional, Timor Leste memerlukan dukungan teknis dari BPOM RI, terutama dalam proses akreditasi dan sertifikasi ISO laboratorium di masa mendatang. Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara.

Artikel Terkait