🔴 Breaking
Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan Galon Le Minerale Dapat Penghargaan Excellent dari theAsianparent Awards 2026 Keluarga Miliarder Indonesia Perluas Investasi di Sydney dengan Akuisisi Saham Signifikan Bahaya Penggunaan Baygon pada Ikan Asin yang Dikhawatirkan Menyebabkan Residu Berbahaya Strategi Publikasi Jurnal Scopus Dibagikan Dosen UIN Saizu kepada Mahasiswa Malaysia Luhut Tegaskan Pentingnya Hubungan Baik dengan Singapura Terkait Ekspor Gas Microsoft Tawarkan Program Pensiun Dini untuk 60.000 Karyawan demi Meningkatkan Efisiensi Kontroversi Penyemprotan Baygon pada Ikan Asin, BPOM Ambil Tindakan Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini, 27 Oktober 2026 Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha, Kunci Sukses UMKM di Era Digital Tantangan UMKM di Indonesia: Modal dan Akses Pasar yang Perlu Diperhatikan
Ekonomi

Campur Tangan Oknum Bank dalam Kasus Kredit Fiktif Terungkap

PPATK mengungkapkan adanya keterlibatan oknum bank dalam praktik kredit fiktif, dengan dana yang mengalir ke rekening pribadi dan dugaan adanya kickback.

Sekar Wangi

Penulis

23 April 2026
135 kali dibaca
Campur Tangan Oknum Bank dalam Kasus Kredit Fiktif Terungkap
Sumber gambar: liputan6.com
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa terdapat peran oknum dalam bank terkait praktik kredit fiktif. Dalam kasus ini, dana yang seharusnya digunakan untuk keperluan kredit justru mengalir ke rekening pribadi individu tertentu. Lebih lanjut, PPATK menyatakan bahwa aliran dana tersebut diduga melibatkan praktik kickback, di mana sejumlah uang kembali kepada pihak tertentu sebagai imbalan. Hal ini menunjukkan adanya kolusi antara pegawai bank dan pihak-pihak yang mendapatkan kredit fiktif. Penyelidikan lebih dalam sedang dilakukan untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam praktik ilegal ini. Dengan terungkapnya informasi ini, diharapkan akan ada tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menindaklanjuti dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Proses penyelidikan masih berlangsung dan masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap praktik-praktik yang merugikan.
Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait