🔴 Breaking
Kesehatan

Kapan Anak dengan Alergi Susu Sapi Bisa Beralih ke Susu Soya?

Anak yang mengalami alergi susu sapi masih bisa mendapatkan nutrisi yang cukup melalui susu soya. Namun, orang tua perlu memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pergantian tersebut.

Maya Soraya Larasati

Penulis

27 July 2026
5 kali dibaca
Foto: Averus Al Kautsar/detikhealth
Foto: Averus Al Kautsar/detikhealth

Jakarta - Dalam beberapa situasi, anak mungkin tidak dapat mengonsumsi susu sapi karena alergi. Namun, hal ini tidak berarti anak tidak bisa mendapatkan asupan nutrisi yang optimal. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah susu soya yang telah dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Pertanyaannya, kapan sebaiknya orang tua mengganti susu sapi dengan susu soya?

Pentingnya Memastikan Alergi Susu Sapi

Spesialis anak, dr Kanya Ayu, SpA, menjelaskan bahwa sebelum memutuskan untuk memberikan susu soya kepada anak, penting untuk memastikan bahwa anak benar-benar mengalami alergi terhadap susu sapi. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan menghentikan pemberian susu sapi jika anak menunjukkan reaksi alergi setelah mengonsumsinya. Jika kondisi anak membaik setelah dihentikan, orang tua dapat mencoba memberikan susu sapi kembali setelah dua minggu.

“Oke pertama dihilangkan dulu 2 minggu untuk dieliminasi lalu kita lihat selama dihilangkan dua minggu ada perbaikan tidak kondisinya?” ungkap dr Kanya dalam sebuah acara Talkshow Early Life Nutrition - Next Gen(Re) Parenting yang diselenggarakan oleh Morinaga di Jakarta Pusat.

Jika setelah pemberian kembali susu sapi muncul gejala alergi yang sama, maka dapat dipastikan bahwa anak tersebut alergi terhadap susu sapi.

Alternatif Susu Soya yang Diformulasikan Khusus

Pemberian susu sapi sebaiknya dihentikan selama enam bulan. Selama periode tersebut, susu soya yang telah diformulasikan dapat diberikan, asalkan tidak ada masalah dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Dr Kanya menekankan bahwa susu soya yang diberikan haruslah susu soya yang telah diformulasikan secara khusus.

“Salah satu pilihannya adalah soya karena lebih mudah didapatkan secara biaya lebih terjangkau juga dan bisa menjadi alternatif, lalu coba aja kita lihat responnya, misalnya oh ternyata cocok ya udah lanjutkan,” jelasnya.

Dia juga menekankan bahwa susu soya yang dimaksud adalah susu soya formula, bukan sekadar susu kacang kedelai biasa, karena susu formula soya telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sesuai dengan usianya. Dr Kanya menyarankan agar orang tua berkonsultasi dengan dokter anak jika masih ada keluhan atau bingung dalam menentukan produk yang tepat untuk anak mereka.

Artikel Terkait