🔴 Breaking
Kesehatan

Dampak Kesehatan Akibat Menghirup Asap Kebakaran Hutan

Paparan asap dari kebakaran hutan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gejala ringan hingga gangguan pernapasan yang lebih serius. Penjelasan dari seorang ahli paru mengungkapkan r...

Raihan Fadhila

Penulis

21 October 2026
5 kali dibaca
Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Jakarta - Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, seperti sakit kepala, mual, dan kelelahan. Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), seorang spesialis paru, menyatakan bahwa banyak orang yang terpapar asap karhutla tidak menyadari bahwa keluhan yang dialami berkaitan dengan polusi tersebut. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukannya bersama tim pada saat kebakaran hutan di Palembang dan Riau pada tahun 2015.

“Umumnya masyarakat yang terpajan terhadap asap kebakaran hutan itu sering kali tidak merasakan keluhan itu sebagai sebuah tanda, bahwa itu sebenarnya dampak dari asap kebakaran hutan,” ungkap Prof Agus dalam sebuah tayangan.

Komponen Berbahaya dalam Asap Karhutla

Prof Agus menjelaskan bahwa salah satu komponen berbahaya dalam asap karhutla adalah karbon monoksida (CO). Paparan gas ini dapat menyebabkan gejala awal seperti sakit kepala, mual, dan kelelahan. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, karbon monoksida dapat memicu sakit kepala hebat, sesak napas, serta mual dan muntah.

Selain karbon monoksida, asap karhutla juga mengandung gas iritan dan partikel halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Paparan terhadap komponen tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti mata merah dan berair, hidung berair, sakit tenggorokan, serta batuk-batuk. Keluhan ini muncul ketika gas dan partikel yang terhirup mengiritasi lapisan pelindung saluran pernapasan.

“Gas maupun partikel yang dihirup menyebabkan epitel sawar napas itu teriritasi, sehingga terasa gatal, ada sel yang memproduksi dahak, jadi dahaknya menjadi banyak,” jelasnya. Iritasi ini juga dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran pernapasan yang berujung pada sesak napas. Oleh karena itu, dampak dari paparan asap karhutla tidak hanya terbatas pada keluhan di mata, hidung, dan tenggorokan, tetapi juga dapat mengganggu fungsi pernapasan.

Peringatan bagi Penderita Penyakit Pernapasan

Prof Agus menekankan bahwa individu yang sudah memiliki penyakit pernapasan, terutama asma, harus lebih waspada terhadap paparan asap karhutla. Paparan ini dapat memicu kekambuhan, sehingga gejala asma menjadi lebih sering muncul. “Misalnya dia punya penyakit asma, ya, itu sering timbul keluhannya akan kambuh, asmanya jadi sering muncul, ya, dan akhirnya napasnya bunyi, akhirnya harus ke rumah sakit, nah, ini sebenarnya adalah dampak-dampak dari dampak akut yang muncul, karena asap kebakaran hutan,” ucapnya.

Dampak Jangka Panjang dari Paparan Asap

Selain dampak akut, paparan asap karhutla yang berkepanjangan selama berbulan-bulan dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Prof Agus menyatakan bahwa masyarakat yang terus-menerus terpapar asap berisiko mengalami berbagai penyakit kronis. Oleh karena itu, perlu perhatian lebih terhadap dampak paparan asap karhutla, tidak hanya saat muncul keluhan langsung, tetapi juga dalam konteks paparan yang berkepanjangan.

Namun, jenis penyakit kronis yang mungkin muncul serta tingkat risikonya sangat bergantung pada berbagai faktor paparan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Artikel Terkait