🔴 Breaking
Pentingnya Permainan dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak Menurut Psikolog Keseruan Morinaga Dunia Generasi Platinum di Yogyakarta, 500 Anak Berpartisipasi dalam Lomba Modal Cukup, PLTN Siap Menunggu Arahan Prabowo Subianto Desa di Sardinia, Italia, Menjadi Sorotan Karena Tingginya Jumlah Wanita Berumur Panjang --- Miliarder India Ambil Alih Pasar Minyak Venezuela --- PT Goda Technology Group di Tengah Pusaran Tuduhan: Jangan Bangun Vonis Publik dari Dugaan yang Belum Terbukti Starlink Memperluas Jangkauan ke Sektor Telekomunikasi Seluler Kabut Asap dari Karhutla Indonesia Mengancam Kesehatan Warga Singapura Dua Dosen FTIK UIN Saizu Berkontribusi di Filipina untuk Memperluas Jaringan Akademik BP Tapera Targetkan 44.205 Calon Debitur untuk Capai KPR FLPP 2026 Pentingnya Permainan dalam Meningkatkan Kecerdasan Anak Menurut Psikolog Keseruan Morinaga Dunia Generasi Platinum di Yogyakarta, 500 Anak Berpartisipasi dalam Lomba Modal Cukup, PLTN Siap Menunggu Arahan Prabowo Subianto Desa di Sardinia, Italia, Menjadi Sorotan Karena Tingginya Jumlah Wanita Berumur Panjang --- Miliarder India Ambil Alih Pasar Minyak Venezuela --- PT Goda Technology Group di Tengah Pusaran Tuduhan: Jangan Bangun Vonis Publik dari Dugaan yang Belum Terbukti Starlink Memperluas Jangkauan ke Sektor Telekomunikasi Seluler Kabut Asap dari Karhutla Indonesia Mengancam Kesehatan Warga Singapura Dua Dosen FTIK UIN Saizu Berkontribusi di Filipina untuk Memperluas Jaringan Akademik BP Tapera Targetkan 44.205 Calon Debitur untuk Capai KPR FLPP 2026
Kesehatan

Kabut Asap dari Karhutla Indonesia Mengancam Kesehatan Warga Singapura

Kualitas udara di Singapura semakin memburuk akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, mengakibatkan indeks polusi mencapai level yang tidak sehat.

Maya Soraya Larasati

Penulis

09 October 2026
11 kali dibaca
Kabut asap di Marina Bay Street (Foto: REUTERS/Edgar Su)
Kabut asap di Marina Bay Street (Foto: REUTERS/Edgar Su)

Jakarta - Singapura saat ini menghadapi penurunan kualitas udara yang signifikan akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Pada Jumat, 9 Oktober, sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, indeks kualitas udara atau Pollutant Standards Index (PSI) di pusat kota Singapura tercatat mencapai angka 173, yang merupakan level tertinggi selama musim kabut asap ini.

Di beberapa lokasi lain, angka PSI juga menunjukkan kondisi tidak sehat, berkisar antara 117 hingga 166. Menyikapi situasi ini, National Environment Agency (NEA) menganjurkan masyarakat Singapura untuk secara rutin memeriksa tingkat PM2.5 setiap jam, terutama jika mereka berencana untuk beraktivitas di luar ruangan.

Peringatan untuk Aktivitas di Luar Ruangan

NEA mengingatkan bahwa jika kadar PM2.5 meningkat dalam satu jam, individu yang sehat disarankan untuk mengurangi aktivitas fisik yang berat di luar ruangan setidaknya selama satu jam ke depan. Sementara itu, kelompok rentan seperti lansia, wanita hamil, anak-anak, serta mereka yang memiliki masalah kesehatan jantung atau paru-paru, harus menghindari aktivitas di luar ruangan sama sekali.

Indeks PSI selama 24 jam dianggap "tidak sehat" jika berada dalam rentang 101 hingga 200, "sangat tidak sehat" jika berada dalam kisaran 201 hingga 300, dan "berbahaya" jika melebihi 300.

Asal Usul Kabut Asap

Dalam pengumuman yang dirilis pada Kamis malam, NEA menginformasikan bahwa kabut asap yang sedang hingga tebal berasal dari kebakaran hutan di bagian selatan dan tengah Sumatera serta Kalimantan Barat, yang terpantau bergerak menuju Singapura. Dengan arah angin yang bertiup dari tenggara atau selatan, NEA memperkirakan kabut asap ini akan terus bergerak ke arah Singapura, dan memperingatkan bahwa indeks PSI di negara tersebut diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran sedang hingga agak tidak sehat.

Situasi ini menambah keprihatinan terhadap kesehatan masyarakat di Singapura, yang saat ini harus menghadapi dampak dari kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Indonesia.

Artikel Terkait