🔴 Breaking
Kesehatan

Klarifikasi Intelijen Korut Terkait Rumor Kematian Kim Jong-un

Rumor mengenai kematian Kim Jong-un akibat pendarahan otak telah beredar luas, namun Badan Intelijen Nasional Korea Utara menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Galang Mahesa

Penulis

25 October 2026
7 kali dibaca
Kim Jong-un. Foto: KCNA via REUTERS
Kim Jong-un. Foto: KCNA via REUTERS

Belakangan ini, publik internasional dihebohkan oleh kabar yang menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, telah meninggal dunia. Berita yang beredar di media sosial tersebut mengklaim bahwa Kim Jong-un mengalami koma akibat pendarahan otak saat menjalani perawatan di China. Selain itu, ada spekulasi yang menyebutkan bahwa adik perempuannya, Kim Yo-jong, telah mengambil alih kekuasaan di negara tersebut.

Menanggapi isu yang beredar, Badan Intelijen Nasional Korea Utara atau National Intelligence Service (NIS) memberikan klarifikasi resmi dalam sebuah rapat tertutup dengan Komite Intelijen Majelis Nasional. NIS menegaskan bahwa rumor mengenai keadaan darurat atau kematian Kim Jong-un sama sekali tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Risiko Kesehatan dan Obesitas Ekstrem

Walaupun menolak isu kematian, NIS mengungkapkan bahwa Kim Jong-un memang termasuk dalam kelompok risiko tinggi yang dapat memicu gangguan kesehatan serius, terutama penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan oleh kondisi fisiknya yang memiliki berat badan lebih dari 140 kg, yang secara medis dikategorikan sebagai obesitas ekstrem.

Namun, pihak intelijen menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan yang signifikan pada Kim Jong-un. "Meskipun pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memiliki berat badan lebih dari 140 kg dan dikategorikan mengalami obesitas ekstrem sehingga berada dalam kelompok risiko tinggi penyakit kardiovaskular, tidak ada tanda-tanda signifikan gangguan kesehatan yang teramati," jelas NIS.

Kondisi fisik Kim Jong-un dinilai masih relatif stabil, yang dibuktikan dengan kemampuannya menaiki tangga tanpa kesulitan saat melakukan inspeksi kapal perang baru-baru ini. Selain itu, terdapat tim medis khusus yang melakukan pengawasan kesehatan Kim Jong-un secara ketat selama 24 jam.

Kemunculan Perdana Tepis Teori 'Pemeran Pengganti'

Untuk menanggapi 'teori pendarahan otak' dan isu kematian yang beredar, media pemerintah Korea Utara (KCNA) segera merilis foto-foto terbaru Kim Jong-un. Dalam foto tersebut, Kim terlihat menghadiri pameran produk baru di Pyongyang bersama istrinya, Ri Sol-ju, dan putrinya, Kim Ju-ae. Berbeda dengan tahun 2014 dan 2020, di mana Korea Utara cenderung tidak mempublikasikan foto Kim Jong-un selama berhari-hari saat menghadapi isu kesehatan, kali ini dokumentasi kemunculannya langsung dipublikasikan.

Meskipun demikian, netizen di media sosial tetap berspekulasi dan menuduh bahwa foto-foto tersebut hanya rekayasa atau menggunakan pemeran pengganti. Namun, NIS memastikan bahwa situasi politik di Korea Utara tetap stabil dan belum ada pergeseran kekuasaan kepada adiknya, Kim Yo-jong.

Artikel Terkait