🔴 Breaking
Kesehatan

Maggot: Solusi Berkelanjutan dari Sampah Organik

Swara Hijau Farm memanfaatkan maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik, dengan perhatian khusus pada pemilihan pakan dan kebersihan dalam proses budidaya.

Aditya Surya

Penulis

18 October 2026
12 kali dibaca
Maggot. Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Maggot. Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Jakarta - Istilah glowing sering kali diasosiasikan dengan perawatan kulit, namun di Swara Hijau Farm, Endang Mintarja menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan maggot yang berusia sekitar 18 hari dengan warna kuning cerah. "Maggot yang paling unsur proteinnya lagi tinggi itu umur sekitar 18 hari. Itu masa-masa warna kulitnya masih bersih, kuning, glowing ya seperti itu," ungkap Endang, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Swara Hijau Farm, dalam sebuah diskusi baru-baru ini.

Pakan Organik yang Dikelola dengan Baik

Di Swara Hijau Farm, maggot diberi pakan dari sampah organik yang dikumpulkan dari masyarakat, restoran, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebelum diberikan kepada larva, sampah tersebut diolah terlebih dahulu. Endang menjelaskan bahwa sampah organik dihaluskan menggunakan mesin, lalu dicampur dengan EM4 (Effective Microorganisms 4) dan molase atau tetes tebu. Campuran ini difermentasi semalam sebelum diberikan kepada maggot. "Kalau tambahan nutrisi tidak ada, hanya pure dari sampah organik," jelasnya.

Beragam sisa makanan, termasuk nasi dan sumber protein lainnya, menjadi bahan organik yang digunakan. Endang menambahkan bahwa nasi merupakan salah satu pakan yang baik untuk pertumbuhan maggot. "Pakan maggot yang paling bagus itu nasi, sebetulnya, karena dia karbohidrat," katanya. Namun, pemilihan pakan harus mempertimbangkan ketersediaan bahan dan kondisi budidaya yang ada.

Pengelolaan Pakan dan Kebersihan

Pemberian pakan tidak hanya sekadar memasukkan sampah organik ke dalam wadah budidaya. Pengelola harus memperhatikan apakah pakan sebelumnya sudah habis dikonsumsi oleh larva. Di Swara Hijau Farm, penambahan pakan dilakukan dengan memperhatikan sisa bahan sebelumnya agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau. Sebelum diberikan kepada maggot, sampah melalui proses pengolahan dan fermentasi. "Jadi sampahnya itu pertama belum busuk, terus yang kedua enggak terlalu bau," tambahnya.

Kebersihan area budidaya juga sangat penting. Bahan organik yang digunakan sebagai pakan harus dikelola dengan baik untuk mencegah penumpukan dan bau yang tidak sedap. Endang menekankan bahwa prosedur keselamatan kerja di Swara Hijau Farm menganjurkan penggunaan alat pelindung saat bekerja. "Kalau memang SOP-nya itu harusnya pakai masker, terus juga pakai sarung tangan, pakai apa, boot, nah itu untuk menjaga tetap di K3-nya ya," ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mencuci tangan setelah bersentuhan langsung dengan larva.

Dengan memperhatikan kebersihan wadah, sisa pakan, serta perlindungan diri saat bekerja, budidaya maggot dapat dikelola dengan lebih teratur. Hal ini melengkapi pengaturan pakan dan pemantauan pertumbuhan yang dilakukan untuk mendukung proses budidaya.

Artikel Terkait