🔴 Breaking
Rekor Baru Saham Microsoft, Kapitalisasi Pasar Mencapai Rp 71.000 Triliun Pemerintah Singapura Mulai Distribusi Masker N95 Gratis di Tengah Kabut Asap Kisah Inspiratif Azam, Siswa SMPI Al Abidin Surakarta yang Sukses di Olimpiade IPA Danantara Dorong KAI Siapkan Rencana Transformasi untuk Hadapi Lonjakan Penumpang KRL Peluang Kerja Sopir Taksi Online dengan Mobil Listrik di Tengah Krisis Pekerjaan Penguatan Koperasi Pertanian di ASEAN Melalui Pengalaman Indonesia Penyebab Melemahnya Rupiah hingga Rp17.955 per Dolar AS Menggugah Ingatan Prabowo 2015: Kebakaran Hutan dan Status Bencana Nasional yang Tak Kunjung Ditetapkan Dampak Kesehatan Asap Kebakaran Hutan: Peringatan yang Sudah Diberikan Sejak 26 Tahun Lalu Alasan Rustian Sestama BNPB Tidak Ditahan Meski Terlibat OTT KPK Rekor Baru Saham Microsoft, Kapitalisasi Pasar Mencapai Rp 71.000 Triliun Pemerintah Singapura Mulai Distribusi Masker N95 Gratis di Tengah Kabut Asap Kisah Inspiratif Azam, Siswa SMPI Al Abidin Surakarta yang Sukses di Olimpiade IPA Danantara Dorong KAI Siapkan Rencana Transformasi untuk Hadapi Lonjakan Penumpang KRL Peluang Kerja Sopir Taksi Online dengan Mobil Listrik di Tengah Krisis Pekerjaan Penguatan Koperasi Pertanian di ASEAN Melalui Pengalaman Indonesia Penyebab Melemahnya Rupiah hingga Rp17.955 per Dolar AS Menggugah Ingatan Prabowo 2015: Kebakaran Hutan dan Status Bencana Nasional yang Tak Kunjung Ditetapkan Dampak Kesehatan Asap Kebakaran Hutan: Peringatan yang Sudah Diberikan Sejak 26 Tahun Lalu Alasan Rustian Sestama BNPB Tidak Ditahan Meski Terlibat OTT KPK
Kesehatan

Pemerintah Singapura Mulai Distribusi Masker N95 Gratis di Tengah Kabut Asap

Singapura telah memulai pembagian masker N95 kepada warga rentan setelah indeks polusi udara mencapai angka yang sangat tidak sehat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi kabut asap yan...

Raihan Fadhila

Penulis

15 October 2026
5 kali dibaca
Foto: Kabut asap singapura (REUTERS/SUHAIMI ABDULLAH)
Foto: Kabut asap singapura (REUTERS/SUHAIMI ABDULLAH)

Pemerintah Singapura mulai mendistribusikan masker N95 kepada kelompok masyarakat yang rentan setelah Indeks Standar Polutan (PSI) selama 24 jam melebihi angka 200. Tindakan ini diambil di tengah meningkatnya kabut asap dan permintaan dari warga agar masker dapat diakses lebih awal.

Menurut informasi yang diperoleh, rencana pembagian masker ini diumumkan oleh gugus tugas kabut asap pada 9 Oktober, yang menyatakan bahwa distribusi akan dimulai ketika PSI mencapai angka 200, menandakan kondisi udara yang sangat tidak sehat. Namun, pembagian masker dilakukan secara bertahap mulai Rabu (14/10), setelah pembacaan PM2.5 di wilayah barat Singapura menunjukkan kategori sangat tinggi pada pukul 14.00. Ini merupakan kejadian pertama di musim kabut asap tahun ini.

Pembagian Masker di Titik-Titik Strategis

Masker N95 disediakan di berbagai lokasi pengambilan yang telah ditentukan, termasuk klub komunitas, mesin penjual otomatis di beberapa stasiun transportasi umum, kantor layanan sosial, serta pusat kegiatan asosiasi masyarakat. National Environment Agency (NEA) mengingatkan bahwa masker mungkin belum tersedia di semua lokasi secara langsung.

Kelompok yang berhak menerima masker meliputi wanita hamil, anak-anak berusia tujuh hingga 16 tahun, serta individu dengan kondisi medis tertentu seperti asma. Gugus tugas juga menegaskan bahwa penggunaan masker N95 tidak diperlukan untuk paparan singkat di luar ruangan, seperti perjalanan dari rumah ke sekolah atau tempat kerja, maupun saat berada di dalam ruangan.

Indikator Kualitas Udara dan Dampaknya

Asisten Profesor Seow Wei Jie dari Saw Swee Hock School of Public Health, National University of Singapore (NUS), menyatakan bahwa PSI tetap menjadi indikator utama untuk menilai kualitas udara harian dan merumuskan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar bukti ilmiah mengenai dampak jangka pendek dari paparan partikel polutan terhadap kesehatan didasarkan pada konsentrasi rata-rata harian. Sementara itu, pembacaan PM2.5 dalam satu jam memberikan gambaran yang lebih cepat tentang kualitas udara, terutama ketika kondisi berubah dengan cepat.

Seow menambahkan bahwa kedua indikator tersebut memiliki fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Risiko kesehatan juga dipengaruhi oleh durasi paparan polusi, tingkat aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.

Salah satu warga Singapura berusia 78 tahun, Lindy Foo, mengungkapkan bahwa beberapa anggota kelompok olahraganya tidak hadir karena khawatir dengan kabut asap. Ia, yang memiliki masalah paru-paru dan mulai batuk, berpendapat bahwa masker N95 seharusnya disediakan sebelum PSI mencapai angka 200. "Saya rasa mereka seharusnya memberikan peringatan lebih awal," ujarnya. Lindy menambahkan bahwa menunggu hingga tingkat polusi meningkat dapat menghambat upaya warga untuk melindungi diri.

Artikel Terkait