Jumlah pengiriman smartphone di India pada kuartal ketiga tahun 2026 mengalami penurunan drastis sebesar 26 persen, menurut laporan dari firma riset pasar Omdia. Dalam periode tersebut, sekitar 35,8 juta unit ponsel dikirimkan, yang menunjukkan penurunan dibandingkan dengan 48,4 juta unit pada kuartal yang sama tahun 2025. Ini menjadi pengiriman terendah untuk kuartal ketiga sejak 2016, meskipun biasanya kuartal ini bertepatan dengan musim festival yang mendorong belanja konsumen.
India merupakan salah satu pasar smartphone terbesar di dunia dengan sekitar 375 juta pengguna, menjadikannya negara kedua setelah China. Penurunan pengiriman di India menjadi indikator penting untuk memahami dinamika industri smartphone global, meskipun tidak mencerminkan kondisi pasar dunia secara keseluruhan.
Faktor Penyebab Penurunan
Omdia mengungkapkan bahwa kenaikan harga smartphone menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan pengiriman di India. Konsumen kini lebih berhati-hati dalam berbelanja, dan tekanan harga juga memengaruhi strategi persediaan di tingkat distributor dan pengecer, yang berdampak pada pengiriman merek-merek tertentu.
Posisi Merek di Pasar
Di tengah situasi pasar yang lesu, Samsung kembali menjadi merek smartphone teratas di India dengan pengiriman 6,7 juta unit, mencakup sekitar 19 persen pangsa pasar. Model Galaxy A07, A17, dan A27 berkontribusi besar terhadap penjualan, sementara Galaxy S26 series dan Galaxy S26 FE juga membantu meningkatkan pengiriman. Vivo berada di posisi kedua dengan pengiriman 6,4 juta unit, meskipun mengalami penurunan 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan harga yang mengganggu perencanaan persediaan mereka.
Oppo menempati posisi ketiga dengan pengiriman 4,9 juta unit, turun 24 persen, sementara Xiaomi di urutan keempat dengan 4,7 juta unit, mengalami penurunan 28 persen. Apple melengkapi lima besar dengan pengiriman 3,9 juta unit, didorong oleh penambahan stok dan permintaan yang terus berlanjut untuk model iPhone terbaru.
Secara keseluruhan, penurunan pengiriman smartphone di India juga berdampak pada persaingan antarprodusen, dengan pangsa pasar merek asal China menyusut dari 75 persen menjadi sekitar 68 persen. Sementara itu, Omdia memperkirakan bahwa pasar smartphone India akan terus mengalami penurunan pada tahun 2027, meskipun dalam persentase yang lebih rendah.
Dalam kondisi ini, fitur kecerdasan buatan (AI) dapat menjadi strategi yang menarik bagi produsen untuk meningkatkan penjualan. Omdia mencatat bahwa hampir 40 persen konsumen di India bersedia membayar lebih untuk smartphone yang memiliki fitur AI yang berguna, membuka peluang bagi produsen untuk memanfaatkan kemampuan AI sebagai nilai tambah di tengah tantangan harga dan kehati-hatian konsumen.