🔴 Breaking
Teknologi

Pertumbuhan Bisnis AI Mendorong Keuntungan Besar SpaceX Melebihi Ekspektasi

SpaceX mencatat laba bersih yang jauh melampaui prediksi analis pada kuartal III-2026, berkat pertumbuhan signifikan dari bisnis kecerdasan buatan dan layanan internet satelit Starlink.

Raihan Fadhila

Penulis

21 October 2026
6 kali dibaca
Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, resmi berganti nama menjadi SpaceXAI. Logo baru pun diperkenalkan. (X/ @SpaceXAI)
Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, resmi berganti nama menjadi SpaceXAI. Logo baru pun diperkenalkan. (X/ @SpaceXAI)

SpaceX mengalami lonjakan laba yang signifikan pada kuartal III-2026, didorong oleh kesuksesan bisnis kecerdasan buatan (AI) dan layanan internet satelit Starlink. Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk ini berhasil meraih laba bersih sebesar 4,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 79,2 triliun), angka ini jauh melebihi prediksi analis yang hanya sebesar 1,88 miliar dollar AS (sekitar Rp 33,8 triliun). Selama periode Juli hingga September 2026, total pendapatan SpaceX mencapai 14,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 262,7 triliun), meningkat 161 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pendapatan Bisnis AI yang Meningkat Pesat

Di antara berbagai lini usaha SpaceX, sektor AI kini menjadi sumber pendapatan terbesar yang baru. Segmen yang dikenal sebagai Super Intelligence mencatat pendapatan sebesar 7,56 miliar dollar AS (sekitar Rp 136 triliun) pada kuartal III-2026, menunjukkan pertumbuhan lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, segmen AI juga mencatat laba operasional sebesar 431 juta dollar AS (sekitar Rp 7,8 triliun) pada kuartal ini, berbanding terbalik dengan kerugian operasional sebesar 1,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 30,6 triliun) yang terjadi pada tahun sebelumnya. Namun, hasil tersebut dipengaruhi oleh biaya kompensasi berbasis saham senilai 1,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 21,6 triliun) terkait akuisisi Cursor.

Perluasan Infrastruktur dan Investasi Besar

Sejak penggabungan xAI ke dalam SpaceX pada bulan Februari, bisnis AI perusahaan telah mencakup berbagai layanan, termasuk model AI Grok dan perangkat pemrograman berbasis AI Cursor. SpaceX juga berperan sebagai penyedia infrastruktur komputasi untuk perusahaan lain, seperti Anthropic dan Alphabet. Untuk mendukung pengembangan ini, perusahaan sedang membangun pusat data, termasuk proyek Colossus II di Memphis, Tennessee. Elon Musk mengungkapkan bahwa ia menghabiskan empat hari dalam seminggu di Memphis untuk mempercepat pengoperasian data center tersebut. Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan AI saat ini adalah ketersediaan daya listrik dan sistem pendingin, bukan hanya ketersediaan chip.

Meskipun pendapatan dari bisnis AI meningkat, Starlink tetap menjadi salah satu pilar utama bagi SpaceX. Layanan internet satelit ini mencatat pendapatan sebesar 5,25 miliar dollar AS (sekitar Rp 94,5 triliun) pada kuartal III-2026, tumbuh 69 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah pelanggan Starlink mencapai 13,6 juta di 174 negara. Musk juga memperkirakan bahwa perkembangan teknologi AI akan meningkatkan kebutuhan konektivitas internet, memberikan peluang tambahan bagi Starlink.

Di balik pertumbuhan yang mengesankan ini, SpaceX juga mengeluarkan investasi besar untuk pengembangan bisnisnya, dengan belanja modal mencapai 19,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 328,3 triliun). Investasi ini mencakup pembangunan pusat data dan pengembangan roket Starship, yang diharapkan menjadi bagian penting dari rencana peluncuran generasi baru satelit Starlink. Chief Financial Officer SpaceX, Bret Johnsen, memperkirakan bahwa perusahaan akan mengeluarkan antara 35 miliar dollar AS hingga 40 miliar dollar AS (sekitar Rp 586,5 triliun hingga Rp 670,8 triliun) untuk investasi modal pada kuartal IV-2026. Meskipun mencatat laba pada kuartal III-2026, secara kumulatif, SpaceX masih mengalami kerugian bersih sebesar 413 juta dollar AS (sekitar Rp 6,9 triliun) selama sembilan bulan pertama tahun 2026.

Artikel Terkait