🔴 Breaking
Teknologi

CEO OpenAI Sebut Penggunaan RAM di PC sebagai Pemborosan di Tengah Lonjakan Harga

Sam Altman, CEO OpenAI, menilai bahwa penggunaan RAM di komputer pribadi merupakan pemborosan di saat harga memori melonjak akibat permintaan dari pusat data kecerdasan buatan. Ia mengungkapkan bahwa...

Maya Soraya Larasati

Penulis

02 November 2026
8 kali dibaca
Ilustrasi data center AI.(Google)
Ilustrasi data center AI.(Google)

Kepala OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa penggunaan RAM pada komputer pribadi dianggap sebagai pemborosan, mengingat lonjakan harga memori yang terjadi akibat permintaan dari pusat data kecerdasan buatan (AI). Menurut Altman, memori tersebut lebih bermanfaat jika digunakan di pusat data yang dapat memaksimalkan penggunaannya hampir secara terus-menerus. Kenaikan permintaan dari pusat data AI inilah yang menyebabkan pasokan memori menjadi terbatas. Sejak tahun lalu, harga DRAM, jenis chip memori yang digunakan sebagai RAM, telah meningkat hingga lima kali lipat, yang juga berdampak pada harga konsol game, kartu grafis, dan komputer.

“Dari sudut pandang alokasi global, sebenarnya cukup buruk jika semua orang menyimpan sebagian pasokan DRAM dunia yang terbatas di komputer mereka sendiri,” jelas Altman dalam sebuah wawancara podcast. Ia menambahkan bahwa memori di komputer pribadi hanya terpakai sekitar 5 persen dari waktu yang ada. “Anda menginginkan pemanfaatan maksimal di cloud jika sedang menghadapi kondisi pasokan yang sangat terbatas ini. Entah bagaimana, intuisi banyak orang justru sebaliknya,” tuturnya.

Pentingnya Penggunaan Memori di Pusat Data

Altman juga menyoroti penggunaan PC yang menjalankan AI secara lokal, di mana model AI diproses langsung di perangkat pengguna, bukan di server penyedia layanan. Metode ini memerlukan RAM dengan kapasitas yang besar. Ia juga mengacu pada model AI open-source yang dapat diunduh dan dijalankan di perangkat pengguna, seperti DeepSeek.

Respon Terhadap Pernyataan Altman

Pernyataan Altman langsung menuai kritik di tengah kenaikan harga perangkat keras yang terus berlanjut. Beberapa kalangan menilai ucapannya seolah menyerang ide untuk memiliki perangkat sendiri. Mereka khawatir bahwa pengguna hanya akan memiliki opsi untuk menyewa layanan cloud yang dikelola oleh pusat data AI. Di Indonesia, IDC Indonesia sebelumnya memperkirakan bahwa kenaikan harga memori akan terus berlanjut hingga tahun 2027, yang turut berkontribusi pada peningkatan harga smartphone.

Berkenaan dengan kapan kelangkaan memori akan berakhir, pandangan di kalangan pelaku industri bervariasi. Produsen memori SK Hynix memperkirakan bahwa kondisi ini akan berlanjut hingga melewati tahun 2030. Sebaliknya, CEO Acer menuduh produsen memori ingin memperpanjang keadaan ini demi meningkatkan keuntungan, dan ia memperkirakan harga memori bisa mulai turun paling cepat tahun depan. OpenAI sendiri merupakan salah satu pembeli memori dalam jumlah besar. Pada Oktober 2025, OpenAI menandatangani kerja sama dengan Samsung dan SK Hynix untuk memasok memori bagi proyek pusat data AI bernama Stargate. Melalui kerja sama ini, kebutuhan Stargate ditargetkan mencapai 900.000 keping wafer DRAM per bulan, yang diperkirakan setara dengan 40 persen produksi DRAM global.

Artikel Terkait