🔴 Breaking
Teknologi

Asus dan HP Kembali Produksi Laptop di China

Asus dan Hewlett-Packard (HP) dilaporkan mulai memindahkan sebagian produksi laptop mereka kembali ke China. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya biaya komponen elektronik yang berpengaruh pada...

Bima Sakti

Penulis

02 November 2026
11 kali dibaca
Ilustrasi perakitan laptop HP yang terdiri dari beberapa station. Masing-masing station memiliki tanggung jawab untuk memasang komponen tertentu, seperti keyboard, baterai, motherboard, dan sebagainya(HP Indonesia)
Ilustrasi perakitan laptop HP yang terdiri dari beberapa station. Masing-masing station memiliki tanggung jawab untuk memasang komponen tertentu, seperti keyboard, baterai, motherboard, dan sebagainya(HP Indonesia)

Dua perusahaan besar dalam industri komputer, Asus dan Hewlett-Packard (HP), mulai mengalihkan sebagian kegiatan produksi mereka kembali ke China. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan biaya komponen elektronik yang berdampak pada profitabilitas perusahaan. Selain itu, Dell juga sedang mempertimbangkan langkah serupa untuk memindahkan sebagian produksinya ke negara tersebut.

Keputusan untuk kembali ke China ini cukup menarik, mengingat banyak perusahaan teknologi sebelumnya berusaha untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap China sebagai lokasi produksi. Langkah diversifikasi ini dilakukan setelah hubungan dagang antara AS dan China memburuk, terutama akibat penerapan sanksi dan tarif perdagangan oleh pemerintahan Joe Biden dan Donald Trump pada tahun 2024 dan 2025. Hal ini menyebabkan negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan India muncul sebagai alternatif lokasi produksi bagi perusahaan teknologi global.

Ketidakpastian untuk Pemasok Komponen

Namun, negara-negara alternatif tersebut dinilai belum memiliki rantai pasokan dan kapasitas manufaktur yang sebanding dengan China. Kembalinya proses produksi ke China juga berpotensi merugikan pemasok komponen yang telah berinvestasi di Asia Tenggara. Seorang manajer dari pemasok komponen PC mengungkapkan bahwa perusahaannya telah membangun beberapa pabrik di Thailand untuk memenuhi permintaan klien. Namun, dengan keputusan kembali ke China, ia meragukan apakah investasi tersebut akan memberikan keuntungan atau justru menjadi kerugian.

Keunggulan Infrastruktur China

Kembalinya sebagian produksi PC ke China terkait erat dengan efisiensi biaya dan kesiapan infrastruktur manufaktur yang ada di negara tersebut. Para produsen PC diperkirakan dapat memanfaatkan ekosistem industri yang telah terbentuk di China. Selain itu, harga komponen di China juga lebih kompetitif dibandingkan dengan negara-negara alternatif lainnya, sehingga menjadikan China kembali menarik bagi produsen yang berusaha menekan biaya produksi.

Meskipun demikian, perusahaan-perusahaan tersebut dilaporkan belum sepenuhnya meninggalkan rencana diversifikasi produksi ke luar China. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Asus, HP, atau Dell mengenai pemindahan proses manufaktur ke China. Selain itu, beberapa laporan juga menunjukkan bahwa sejumlah produsen PC mulai membeli chip memori dari perusahaan-perusahaan China, seperti CXMT, karena harga chip memori dari China lebih murah dibandingkan produk dari pemasok besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron.

Artikel Terkait