Suara mesin Kapal Isap Produksi (KIP) menyambut kedatangan finalis MediaMIND saat mereka melakukan kunjungan ke area operasional PT TIMAH (Persero) Tbk di Kundur pada Kamis, 23 Oktober 2026. Dari atas KIP 88 dan KIP 20, para jurnalis menyaksikan secara langsung kegiatan penambangan timah lepas pantai serta mendapatkan penjelasan mengenai proses produksi bijih timah.
Didampingi oleh Zulfikar dari Department Offshore Mining Kundur Area PT TIMAH, para peserta memperoleh wawasan mengenai tahapan penambangan dan pengelolaan area pertambangan laut. Mereka juga menyaksikan proses pengolahan dan pemurnian bijih timah di Kundur, melengkapi kunjungan sebelumnya ke PT Timah Industri untuk memahami proses hilirisasi.
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Selain mempelajari proses produksi, para finalis juga melihat berbagai inisiatif pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh PT TIMAH. Beberapa program tersebut meliputi reklamasi laut, penanaman mangrove, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendampingan kelompok tani, serta pembangunan talud pantai untuk mengurangi risiko abrasi.
Salah satu finalis, Yosep Indra Praja dari RMOL Sumsel, menyatakan bahwa kunjungan ini memberikan pandangan yang lebih luas mengenai penerapan praktik penambangan yang baik di PT TIMAH. “Penerapan good mining practice oleh PT Timah terbukti bukan hanya berkaitan dengan aktivitas penambangan, tetapi mencakup keseluruhan proses bisnis dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Peluang Strategis dan Harapan Masyarakat
Yosep juga menyoroti potensi pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Elements (REE) sebagai peluang strategis untuk masa depan industri timah. Perspektif lain datang dari Wishnu Bagus Prasetyo dari Investortrust.id, yang menilai bahwa program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT TIMAH memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Ia juga tertarik pada pandangan pemerintah desa mengenai perubahan wilayah sebelum dan selama aktivitas pertambangan, serta harapan masyarakat terhadap masa depan daerah setelah kegiatan pertambangan berakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Selly Adriatika, Head of Institutional Relations MIND ID, menjelaskan bahwa MediaMIND dirancang sebagai kompetisi karya jurnalistik sekaligus sebagai sarana pembelajaran bagi jurnalis untuk memahami lebih dalam dinamika industri pertambangan dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang yang lebih luas bagi para jurnalis untuk melihat secara langsung bagaimana sektor pertambangan dijalankan, bagaimana proses hilirisasi dilakukan, serta bagaimana perusahaan berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” tuturnya.
Dalam rangkaian babak final, para peserta juga akan mengunjungi beberapa wilayah operasional Anggota Grup MIND ID, termasuk lokasi operasional PT Timah Tbk di Kepulauan Riau. Melalui agenda site visit MediaMIND, PT TIMAH menunjukkan bahwa para jurnalis memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses bisnis perusahaan serta berbagai upaya yang dilakukan dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Lebih dari sekadar kunjungan lapangan, pengalaman ini bertujuan untuk memahami bahwa perjalanan industri timah tidak hanya berkaitan dengan produksi komoditas, tetapi juga tentang bagaimana mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, memberikan nilai tambah, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian nasional.