🔴 Breaking
Apple Dikenakan Denda Rp 281 Miliar oleh Regulator Korea Selatan BGN Menangguhkan 6.097 SPPG karena Pelaporan yang Tidak Tertib SMA Batik 1 Surakarta Tingkatkan Dukungan untuk Suksesnya TKA 2026 Tiga Negara Utama Pemasok Emas ke Indonesia pada September 2026 Finalis MediaMIND Menelusuri Proses Produksi Timah dan Program Lingkungan PT TIMAH di Kundur Inflasi Bulanan Indonesia Oktober 2026 Mencapai 0,22%, Cabai Merah Pendorong Utama Inflasi Tahunan Indonesia di Oktober 2026 Mencapai 3,23% Dipengaruhi Harga Pangan dan Transportasi Restorasi Ekosistem Pascakarhutla: Pendekatan Berbasis Ilmu Pengetahuan dari UGM Memahami Praktik Sonor: Tradisi Pengelolaan Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Kedatangan Bus Pariwisata di Rans Carnival Picu Isu Penonton Bayaran Apple Dikenakan Denda Rp 281 Miliar oleh Regulator Korea Selatan BGN Menangguhkan 6.097 SPPG karena Pelaporan yang Tidak Tertib SMA Batik 1 Surakarta Tingkatkan Dukungan untuk Suksesnya TKA 2026 Tiga Negara Utama Pemasok Emas ke Indonesia pada September 2026 Finalis MediaMIND Menelusuri Proses Produksi Timah dan Program Lingkungan PT TIMAH di Kundur Inflasi Bulanan Indonesia Oktober 2026 Mencapai 0,22%, Cabai Merah Pendorong Utama Inflasi Tahunan Indonesia di Oktober 2026 Mencapai 3,23% Dipengaruhi Harga Pangan dan Transportasi Restorasi Ekosistem Pascakarhutla: Pendekatan Berbasis Ilmu Pengetahuan dari UGM Memahami Praktik Sonor: Tradisi Pengelolaan Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Kedatangan Bus Pariwisata di Rans Carnival Picu Isu Penonton Bayaran
Ekonomi

Inflasi Tahunan Indonesia di Oktober 2026 Mencapai 3,23% Dipengaruhi Harga Pangan dan Transportasi

Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Oktober 2026 mencapai 3,23%, didorong oleh kenaikan harga pangan, transportasi, dan emas perhiasan.

Fehardian Rahaja

Penulis

02 November 2026
9 kali dibaca
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Senin (2/11/2026). [Screenshot YouTube BPS]
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers yang dipantau virtual, Senin (2/11/2026). [Screenshot YouTube BPS]

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa tingkat inflasi tahunan di Indonesia pada bulan Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen. Kenaikan ini disebabkan oleh lonjakan harga pada kelompok makanan, biaya transportasi, serta komoditas emas perhiasan.

Seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan, dengan Sulawesi Utara mencatatkan inflasi tertinggi, sedangkan DKI Jakarta berada di posisi terendah. Inflasi tahunan yang tercatat pada bulan ini menunjukkan peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,04 pada Oktober 2025 menjadi 112,56 pada bulan lalu, yang terutama dipicu oleh fluktuasi harga pangan, meningkatnya biaya transportasi, serta harga emas perhiasan.

Penyebab Utama Inflasi

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi tahunan, dengan andil mencapai 1,40 persen dan tingkat inflasi kelompok tersebut mencapai 4,82 persen. Beberapa komoditas utama yang berkontribusi dalam kelompok ini antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, dan daging sapi.

Selain itu, mobilitas masyarakat juga berperan dalam inflasi tahunan per Oktober 2026. Kelompok transportasi mencatat inflasi tahunan sebesar 4,87 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,59 persen. "Inflasi pada kelompok transportasi terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, dan juga pemeliharaan atau servis serta juga mobil," ujar Ateng dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual pada Senin (2/11/2026).

Disparitas Inflasi di Berbagai Provinsi

Komoditas emas perhiasan juga berkontribusi dalam peningkatan inflasi dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, dengan andil umum sebesar 0,32 persen secara tahunan. "Jadi untuk year on year, emas perhiasan masih mengalami inflasi," tambah Ateng.

Dari segi disparitas harga, BPS mencatat bahwa semua provinsi di Indonesia mengalami inflasi tahunan. Lonjakan harga tertinggi terjadi di Sulawesi Utara dengan inflasi mencapai 8,07 persen, sedangkan DKI Jakarta berhasil menahan inflasi terendah di level 2,52 persen.

Artikel Terkait